Pasuruan, Pojok Kiri — Potret memilukan kembali menyentil kepedulian sosial dan tanggung jawab pemerintah. Seorang warga bernama Dedot, yang diketahui berasal dari Desa Kedawung Wetan, Kabupaten Pasuruan, diduga mengalami sakit parah dan kini terbaring dalam kondisi memprihatinkan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Raya Ngopak, Kabupaten Pasuruan.(27/10/2026)
Kondisi Pak Dedot yang terlihat lemah, dengan tempat tinggal yang dipenuhi barang-barang berserakan dan fasilitas seadanya, mengundang keprihatinan. Di tengah kondisi tersebut, ia untuk sementara hanya ditemani seorang temannya bernama Adi, yang masih berusaha memberikan perhatian di tengah keterbatasan.
Informasi mengenai kondisi Pak Dedot diterima Media Pojok Kiri dari Mbah So, salah seorang warga Pasuruan yang dikenal peduli terhadap nasib masyarakat yang mengalami kesulitan dan membutuhkan pertolongan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Media Pojok Kiri melakukan peliputan langsung ke lokasi. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi Pak Dedot memang memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai kehadiran pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui dinas terkait. Apakah kondisi Pak Dedot sudah diketahui oleh aparat setempat? Jika belum, bagaimana mekanisme pendataan dan penanganan warga sakit serta warga rentan di wilayah tersebut?
Jangan sampai masyarakat yang sedang sakit dan tidak berdaya justru harus bertahan dalam keterbatasan tanpa mendapatkan akses bantuan yang semestinya.
Pemerintah tidak cukup hanya berbicara tentang program kesejahteraan dan kepedulian sosial. Kehadiran negara seharusnya dapat dirasakan secara nyata, terutama ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan mendesak.
Dalam situasi seperti ini, Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan bersama pemerintah desa dan kecamatan perlu segera turun tangan untuk memeriksa kondisi Pak Dedot, memastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi, serta mengupayakan akses pelayanan kesehatan sesuai hasil pemeriksaan petugas medis.
Jika Pak Dedot membutuhkan perawatan lanjutan, penanganannya perlu dikoordinasikan dengan fasilitas kesehatan agar ia tidak terus bertahan dalam kondisi yang berisiko terhadap keselamatannya.
Di sisi lain, kepedulian Adi yang sementara menemani Pak Dedot patut menjadi pengingat bahwa persoalan kemanusiaan bukan semata-mata urusan keluarga atau orang terdekat. Pemerintah dan masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan warga yang rentan tidak kehilangan akses terhadap pertolongan.
Media Pojok Kiri mendorong Pemerintah Kabupaten Pasuruan agar segera merespons kondisi ini. Jangan menunggu persoalan menjadi viral atau muncul desakan publik baru kemudian bertindak.
Media Pojok Kiri berharap pihak pemerintah desa, kecamatan, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan segera melakukan penelusuran serta memberikan penanganan yang diperlukan.
Jangan biarkan Pak Dedot berjuang sendirian di tengah sakit dan keterbatasan. Di manakah kehadiran pemerintah saat rakyat membutuhkan?
Media Pojok Kiri akan terus mendorong perhatian publik terhadap persoalan ini dan membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak terkait.(Tri/yus)
