Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Ribuan Warga Hadiri Distrikan Ranuklindungan, Ayik Suhaya: Pemerintah Jangan Abai terhadap Warisan Budaya



Pasuruan, Pojok kiri– Tradisi tahunan Distrikan dan Selamatan Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, berlangsung meriah dengan antusiasme ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Prosesi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat sekaligus bentuk pelestarian budaya lokal yang masih terjaga hingga saat ini.(12/7/2026)

Acara dihadiri oleh Kapolsek Grati, Danramil Grati, Sekretaris Kecamatan Grati, Kepala Desa Ranuklindungan beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen warga yang ikut menyukseskan jalannya kegiatan.
Turut hadir pula pemerhati budaya Pasuruan Ayik Suhaya, S.H., yang juga menjabat Ketua GM FKPPI Kota/Kabupaten Pasuruan, Wakil Gubernur LIRA Jawa Timur, sekaligus seorang advokat.

Di tengah kemeriahan acara, Ayik Suhaya menyoroti tidak hadirnya Bupati Pasuruan, Wakil Bupati Pasuruan, maupun pejabat Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam kegiatan budaya tersebut. Menurutnya, ketidakhadiran pimpinan daerah sangat disayangkan mengingat Distrikan dan Selamatan Desa Ranuklindungan merupakan agenda budaya tahunan yang memiliki nilai sejarah, nilai spiritual, sekaligus potensi besar sebagai destinasi wisata budaya.
"Ini bukan sekadar acara seremonial. Distrikan merupakan tradisi sakral yang diwariskan leluhur dan menjadi identitas masyarakat Ranuklindungan. Sangat disayangkan tidak ada kehadiran Bupati, Wakil Bupati, maupun perwakilan pejabat Pemkab Pasuruan. Setidaknya Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, atau pejabat yang membidangi kebudayaan dapat hadir sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya daerah," ujar Ayik.

Menurut Ayik, kehadiran pemerintah bukan hanya bersifat simbolis, tetapi juga penting untuk menunjukkan komitmen dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya.

Ia juga menilai Danau Ranu Ranuklindungan memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Pasuruan. Karena itu, ia mengusulkan agar pengelolaannya dilakukan oleh BUMDes dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kalau dikelola secara profesional oleh BUMDes dengan dukungan pemerintah, Danau Ranu dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes), membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan UMKM, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar," tegasnya.

Ayik berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Pasuruan memberikan perhatian lebih terhadap kegiatan budaya seperti Distrikan dan Selamatan Desa Ranuklindungan. Menurutnya, budaya bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga aset daerah yang mampu menjadi penggerak ekonomi melalui sektor pariwisata apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.(Tri/yus)