Pasuruan, Pojok Kiri
Pasuruan United resmi menorehkan sejarah baru bagi sepak bola Kabupaten Pasuruan setelah memastikan diri menjadi juara Liga 4 Piala Presiden. Gelar tersebut diraih usai menaklukkan Pesik Kuningan pada partai final yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (11/7/2026).
Keberhasilan itu memastikan klub berjuluk Laskar Santri Mbeling promosi ke Liga Nusantara. Pada musim kompetisi mendatang, Kabupaten Pasuruan akan memiliki dua wakil di kasta tersebut, yakni Pasuruan United dan Persekapas.
Minggu (12/7/2026), seluruh pemain, pelatih, ofisial, dan jajaran manajemen tiba kembali di Kabupaten Pasuruan.
Mereka langsung disambut ribuan pendukung dalam arak-arakan kemenangan yang membawa trofi juara keliling dari wilayah Gempol hingga Bangil.
Suasana penuh suka cita mewarnai perjalanan rombongan Pasuruan United. Ribuan pendukung yang tergabung dalam Mbeling Warrior memadati sejumlah ruas jalan untuk menyambut tim kebanggaan mereka.
Presiden Klub Pasuruan United, Bayu Aji Handayanto, mengatakan konvoi tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus wujud apresiasi kepada masyarakat yang selama ini memberikan dukungan kepada tim.
Menurut Bayu, keberhasilan menjadi juara tidak lepas dari dukungan masyarakat, suporter, sponsor, serta Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang terus memberikan motivasi kepada seluruh elemen tim.
Pada laga final di Yogyakarta, Bupati Pasuruan Muhammad Rusdi Sutejo bersama Wakil Bupati Shobih Asrori juga hadir langsung memberikan dukungan hingga prosesi penyerahan trofi dan medali kepada para pemain.
Dalam sambutannya, Bupati Pasuruan Muhammad Rusdi Sutejo mengapresiasi perjuangan seluruh pemain, pelatih, manajemen, serta Presiden Klub Bayu Aji Handayanto yang dinilainya memiliki komitmen besar membangun sepak bola daerah.
Rusdi menyebut keberhasilan Pasuruan United menjadi juara merupakan hadiah istimewa sekaligus kado ulang tahun bagi Bayu Aji Handayanto. Ia juga memberikan penghargaan kepada pelatih Bio Paulin, jajaran manajemen, dan seluruh pihak yang terlibat dalam perjalanan tim hingga promosi ke Liga Nusantara.
Menurut Rusdi, keberhasilan tersebut menjadi titik awal kebangkitan sepak bola Kabupaten Pasuruan. Ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung Pasuruan United maupun Persekapas agar mampu bersaing dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
Manajer Pasuruan United, Fitroh Mucharrom, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Presiden Klub, CEO, pemain, pelatih, ofisial, serta masyarakat yang terus memberikan dukungan sepanjang kompetisi.
Fitroh berharap keberhasilan ini menjadi momentum persatuan seluruh insan sepak bola Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, Pasuruan United dan Persekapas harus berjalan berdampingan, saling mendukung, dan bersama-sama mengangkat nama daerah di level nasional.
Senada dengan itu, CEO Pasuruan United Suryono Pane menyampaikan komitmen untuk ikut membangun Persekapas agar mampu naik kasta. Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah pemain senior telah dipersiapkan untuk memperkuat Persekapas menghadapi kompetisi mendatang.
Suryono optimistis Persekapas mampu tampil kompetitif setelah mendapat dukungan infrastruktur, termasuk stadion, lampu penerangan, dan lapangan latihan yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Pada kesempatan yang sama, Bayu Aji Handayanto mengumumkan dirinya mengundurkan diri sebagai Presiden Klub Pasuruan United. Posisi tersebut selanjutnya akan diisi oleh istrinya, sementara dirinya akan berperan sebagai Managing Director Persekapas.
Bayu juga menyampaikan bahwa Suryono Pane akan meninggalkan jabatan CEO Pasuruan United. Struktur baru klub akan melibatkan Wakil Bupati Pasuruan sebagai CEO Pasuruan United, sedangkan Persekapas juga akan diperkuat jajaran manajemen baru.
Selain perubahan manajemen, Bayu mengumumkan sejumlah langkah strategis menghadapi Liga Nusantara. Persekapas resmi menunjuk Bio Paulin sebagai pelatih kepala dengan kontrak dua musim. Klub juga merekrut sejumlah pemain berpengalaman seperti Dutra, Beto, Bayu Gatra, Joko Susilo, Rahmat Berry, serta beberapa pemain yang pernah tampil di Liga 1 dan Liga 2.
Di sisi lain, Pasuruan United menunjuk Subangkit sebagai pelatih kepala setelah sebelumnya menjabat Direktur Teknik Persekapas.
Keberhasilan Pasuruan United menjuarai Liga 4 sekaligus perubahan besar dalam struktur manajemen menjadi awal babak baru sepak bola Kabupaten Pasuruan. Dengan dua tim yang akan berlaga di Liga Nusantara, harapan masyarakat kini tertuju pada lahirnya prestasi yang lebih tinggi dan semakin kuatnya identitas sepak bola daerah di tingkat nasional.(Syafi'i/Yus).
