PASURUAN, Pojok Kiri
– Unuba Pasuruan Buka program kuliah gratis bagi calon mahasiswa baru melalui Beasiswa Para Pembina dan Aghniya Tahun Akademik 2026/2027. Program tersebut menyediakan 100 kuota penerima dan menjadi salah satu upaya Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (Unuba) dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Pasuruan dan wilayah sekitarnya.
Melalui program beasiswa tersebut, calon mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik dan semangat belajar tinggi berkesempatan melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya kuliah. Program ini menyasar lulusan SMA maupun SMK yang mengalami keterbatasan ekonomi namun tetap memiliki keinginan kuat untuk menempuh pendidikan tinggi.
Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Unuba, Najib Syafi’i, menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
“Kuliah gratis ini kami hadirkan supaya anak-anak yang memiliki kemampuan dan semangat belajar tetap bisa melanjutkan pendidikan,” ujar Najib Syafi’i, Kamis (4/6/2026).
Najib menjelaskan masih banyak lulusan sekolah menengah yang memiliki potensi besar, tetapi belum mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuan karena faktor biaya pendidikan. Karena itu, Unuba berupaya menghadirkan solusi melalui program beasiswa yang berorientasi pada pemerataan akses pendidikan.
Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.
Selain memberikan kesempatan kuliah gratis, Unuba juga berkomitmen meningkatkan kualitas akademik agar para mahasiswa mampu bersaing di dunia pendidikan maupun dunia kerja. Kampus menyiapkan dukungan dari tenaga pengajar serta lingkungan akademik yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.
“Kami bersama dosen akan memberikan kualitas terbaik bagi mahasiswa pilihan agar mampu bersaing dalam dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Pasuruan, serta membuka peluang bagi akademisi yang ingin terjun dalam dunia bisnis,” ungkapnya.
Saat ini, Unuba memiliki beberapa fakultas dan program studi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Fakultas Tarbiyah menjadi salah satu fakultas utama dengan empat program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), serta Tadris Bahasa Inggris.
Selain itu, Unuba juga memiliki Fakultas Syariah dengan Program Studi Hukum Keluarga Islam dan Fakultas Dakwah dengan Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam.
Kedua program studi tersebut dikembangkan dengan fokus pada penguatan keharmonisan keluarga, pembinaan umat, penyelesaian persoalan sosial, serta peningkatan kualitas spiritual masyarakat. Menurut Najib, kombinasi keilmuan tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kemampuan sosial yang kuat.
“Saya yakin dengan program-program tersebut mahasiswa akan memiliki kualitas dan kemampuan ganda,” tambahnya.
Najib menilai keberadaan Unuba di Kabupaten Pasuruan membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah. Ia berharap para mahasiswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan diri sesuai visi kampus yang menekankan keunggulan intelektual, kemampuan bersosialisasi, serta kemandirian finansial. Menurutnya, mahasiswa harus rajin belajar, membangun relasi positif, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia usaha.
“Kalau berhasil, insyaallah anak-anakku sekalian bisa menjadi bagian dari sejarah,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya lingkungan pergaulan yang baik dalam mendukung kesuksesan akademik maupun karier di masa depan.
“Teman yang baik akan membawa kita menuju kesuksesan. Itulah makna dari keunggulan Universitas Nahdlatul Ulama Bangil,” pungkasnya.
Program kuliah gratis yang dibuka Unuba menjadi peluang bagi generasi muda Pasuruan untuk mengakses pendidikan tinggi yang lebih terjangkau. Kehadiran 100 kuota beasiswa tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun masyarakat secara luas.(Syafi'i/yus).
