Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

PCNU Bangil periode 2026–2031 Resmi Dilantik Siapkan Program Strategis Lima Tahun Kedepan.




PASURUAN, Pojok Kiri
 – PCNU Bangil resmi dilantik untuk masa khidmat 2026–2031 dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Minggu (7/4/2026). Pelantikan yang dirangkai dengan agenda pertemuan pengurus besar Nahdlatul Ulama tersebut mengusung tema “NU untuk Bangsa” sebagai komitmen organisasi dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Ketua PCNU Bangil, Edy Supriatno, menegaskan bahwa kepengurusan baru segera bergerak menyusun dan menjalankan program kerja prioritas untuk lima tahun mendatang. Ia menyampaikan bahwa jajaran pengurus telah melaksanakan pra-musyawarah kerja (pra-musker) dan akan melanjutkannya dengan musyawarah kerja resmi pada pekan depan.
Menurut Edy, forum tersebut akan membahas berbagai program unggulan yang mencakup bidang dakwah, pendidikan, perekonomian, serta kesehatan. Program-program tersebut menjadi fokus utama PCNU Bangil dalam memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat. Fokus pada Dakwah, Pendidikan, dan Ekonomi.

Edy menjelaskan bahwa sektor perekonomian menjadi salah satu perhatian utama kepengurusan baru. Salah satu langkah yang telah dilakukan ialah meluncurkan produk air minum kemasan bermerek “Nuansa” yang akan dikembangkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga maupun perusahaan lain.

Ia mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem bagi hasil yang memberikan manfaat ekonomi bagi organisasi sekaligus mendukung kemandirian finansial NU. Selain dipasarkan melalui jaringan internal, produk tersebut juga akan dijual kepada masyarakat umum.
Di bidang pendidikan, PCNU Bangil terus memberikan dukungan terhadap perkembangan Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (Unuba), khususnya dalam meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa baru. 

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi salah satu pilar pembangunan organisasi.
Sementara pada sektor dakwah, PCNU Bangil berencana menyelenggarakan berbagai pelatihan bagi dai muda. Program itu bertujuan mencetak kader-kader dakwah yang siap diterjunkan ke desa-desa untuk mengembangkan kegiatan keagamaan dan memperkuat pemahaman Islam Ahlussunnah wal Jamaah di masyarakat.

Selain fokus pada dakwah dan pendidikan, kepengurusan baru juga menyiapkan program pengembangan layanan kesehatan. Edy menyebut pihaknya akan mendorong berdirinya klinik NU di setiap Majelis Wakil Cabang (MWC) yang berada di bawah naungan PCNU Bangil.

Klinik tersebut nantinya akan dikelola oleh tenaga kesehatan yang memiliki afiliasi dengan NU, baik dokter maupun perawat. Program ini diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi sosial organisasi.

Di sisi lain, PCNU Bangil juga menaruh perhatian besar pada aspek kaderisasi. Menurut Edy, proses pengkaderan telah berjalan secara berkelanjutan sejak kepemimpinan sebelumnya melalui Program Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU).

Ia menyebut program tersebut telah melahirkan banyak kader hingga puluhan angkatan. Tradisi kaderisasi itu akan terus diperkuat untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus menyiapkan pemimpin NU di masa depan.

“Loyalitas dibangun melalui kaderisasi dan ilmu, sedangkan peningkatan kapasitas difokuskan pada kualitas intelektual serta kemandirian finansial,” kata Edy.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu pengurus PCNU Bangil, Sudiono Fauzan, menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan periode 2026–2031 mampu memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi maupun sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, pelantikan bukan hanya seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen pelayanan kepada umat dan bangsa.

Edy juga menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai oleh individu atau kelompok tertentu saja. Ia menilai kolaborasi seluruh elemen menjadi faktor penting dalam menjalankan program-program strategis yang telah direncanakan.

“Organisasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa kolaborasi yang kuat dari seluruh pihak,” ujarnya.

Pelantikan PCNU Bangil periode 2026–2031 menjadi titik awal bagi lahirnya berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Dengan fokus pada dakwah, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan kaderisasi, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat peran Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang aktif memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial dan pemberdayaan umat di Kabupaten Pasuruan.(Syafi'i, Yus).