Pasuruan, pojok kiri
Untuk membangun genarasi muda yang handal , berbudi pekerti serta memiliki kemapuan kompentensi keilmuan tidak cukup hanya melalui Pendidikan formal semata,tapi juga ada sinergi antara keluarga/orang tua,lembaga pendidikan, pondok pesantren serta organisasi keagamaan.
Hal tersebut di sampaikan oleh ketua DPRD Samsul Hidayat dalam acara “sosialisasi Pendidikan Moral Islamiyah dalam mendukung terwujudnya generasi pasuruan yang cerdas,berkarakter dan berdaya saing” bersama PC Pagar Nusa Bangil di Pandaan pada Sabtu ( 23/05/06)
Politisi PKB ini menjelaskan bahwa pendidikan Moral Islamiyah adalah pondasi utama dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat akhlak, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang sangat cepat, penguatan moral dan nilai-nilai keislaman menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi generasi muda.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan Sosialisasi Pendidikan Moral Islamiyah bersama PC Pagar Nusa Bangil sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun karakter masyarakat yang religius, santun, dan cinta tanah air”jelasnya yang di sambut tepuk tangan para peserta
Peran Pagar Nusa tidak hanya menjaga tradisi pencak silat dan budaya pesantren, tetapi juga menjadi wadah pembinaan moral, kedisiplinan, persaudaraan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda.
Ke depan, sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, pesantren, organisasi keagamaan, dan pemerintah harus terus diperkuat agar Pendidikan Moral Islamiyah benar-benar mampu melahirkan generasi yang berakhlakul karimah, menghormati guru dan orang tua, serta memiliki komitmen menjaga persatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pendidikan karakter dan membangun masa depan generasi muda Kabupaten Pasuruan yang religius, berintegritas, dan berdaya saing.(Bib/yus)
