Pojok kiri, Pasuruan kota - Genangan air di Pasar Gadingrejo kini tak lagi dianggap persoalan sepele. Setiap hujan turun, area pasar berubah bak kubangan. Air menggenang di sejumlah titik, menghambat aktivitas pedagang hingga membuat pengunjung enggan masuk ke area pasar.
Kondisi itu memicu sorotan masyarakat. Banyak pihak menilai persoalan drainase di pasar tradisional di Kota Pasuruan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan serius, bukan sekadar pembersihan sementara.
Di tengah keluhan yang terus bermunculan, Kepala UPT Pasar Kota Pasuruan, M. Agus Setyono, memilih turun langsung ke lapangan. Ia memantau kondisi drainase, mengecek titik saluran yang tersumbat, sekaligus mengoordinasikan pembenahan secara cepat.(20/5/2026)
Langkah itu dilakukan setelah genangan air disebut semakin parah dalam beberapa pekan terakhir, terutama saat intensitas hujan meningkat. Saluran drainase yang dipenuhi sedimentasi dan sampah diduga menjadi penyebab utama lambatnya aliran air.
“Kami tidak ingin masalah ini dibiarkan berlarut. Begitu menerima laporan dan melihat kondisi di lapangan, kami langsung bergerak melakukan pembenahan drainase,” ujar M. Agus Setyono saat berada di lokasi.
Dari hasil penelusuran di lapangan, beberapa titik drainase terlihat mengalami penyempitan akibat endapan lumpur dan tumpukan sampah. Kondisi tersebut membuat air hujan tidak mengalir normal hingga meluber ke area aktivitas pedagang.
Sejumlah pedagang mengaku genangan air sudah lama menjadi ancaman saat musim hujan tiba. Selain mengganggu pembeli, kondisi becek juga berpotensi merusak barang dagangan.
“Kalau hujan deras, air bisa masuk sampai dekat lapak. Pembeli sering batal masuk karena kondisi pasar becek,” ungkap salah satu pedagang.
Respons cepat Kepala UPT Pasar Kota Pasuruan mendapat apresiasi dari masyarakat. Mereka menilai langkah turun langsung ke lapangan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan yang selama ini dikeluhkan pedagang.
“Masyarakat tentu ingin pejabat yang tidak hanya duduk di kantor. Pak Agus turun langsung melihat kondisi pasar dan itu patut diapresiasi,” kata warga sekitar pasar.
Namun demikian, masyarakat berharap pembenahan drainase tidak berhenti pada penanganan jangka pendek. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem saluran air di Pasar Gadingrejo dinilai penting agar persoalan genangan tidak terus berulang setiap musim hujan datang.
Kini publik menunggu, apakah langkah cepat tersebut menjadi awal perbaikan permanen, atau hanya respons sesaat ketika keluhan masyarakat mulai mencuat.(Tri/yus)
