Pasuruan , pojok kiri Proyek pembangunan gerbang parkir elektronik di Pasar Kebon Agung, Kota Pasuruan, yang sempat digadang-gadang sebagai solusi modernisasi pengelolaan parkir, kini justru terbengkalai.
Gerbang parkir elektronik yang berlokasi di Pasar Kebon Agung tersebut tampak tidak berfungsi sejak beberapa waktu terakhir. Sejumlah perangkat terlihat tidak terawat, sementara sistem yang diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan pendapatan retribusi parkir belum juga berjalan optimal.
Warga dan pedagang sekitar mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Mereka menilai proyek yang menggunakan anggaran tidak sedikit itu seharusnya dapat memberikan manfaat nyata, terutama dalam mengurai kemacetan dan menertibkan parkir di area pasar.
“Awalnya kami kira akan lebih tertib dan modern, tapi sekarang malah mangkrak. Tidak ada perubahan signifikan,” ujar salah satu pedagang.
Selain itu, kondisi fisik gerbang yang mulai rusak juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi pemborosan anggaran. Beberapa bagian alat terlihat tidak terpakai, bahkan ada yang mengalami kerusakan ringan akibat minimnya perawatan.
Pihak terkait di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan belum memberikan penjelasan rinci terkait penyebab mandeknya proyek tersebut. Namun, dugaan sementara mengarah pada persoalan teknis dan pengelolaan sistem yang belum matang sejak tahap perencanaan.
Pengamat kebijakan publik menilai kejadian ini menjadi contoh lemahnya perencanaan dan pengawasan proyek berbasis teknologi. Tanpa kajian mendalam dan kesiapan sumber daya manusia, proyek semacam ini berisiko gagal di tengah jalan.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, baik dengan mengaktifkan kembali sistem yang ada maupun melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.(Tri/yus)
