PASURUAN PojokKiri.com – Gelanggang Olahraga (GOR) Untung Suropati menjadi saksi bisu ketatnya persaingan ratusan pesilat dalam Kejuaraan Pencak Silat antarperguruan se-Kota Pasuruan 2026. Ajang yang diinisiasi oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Pasuruan ini digelar sebagai langkah seleksi menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur yang akan datang di Surabaya.
Sebanyak 424 peserta dari 16 perguruan silat turut ambil bagian, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA yang terbagi dalam kategori Usia Dini 1 & 2, Pra-Remaja, dan Remaja. Para atlet bertarung di dua kategori utama, yakni Seni Tunggal dan Tanding (Fighter).
Atmosfer kompetisi terasa sangat emosional. Pada babak final yang berlangsung Minggu (26/04/26), para pelajar menunjukkan dedikasi luar biasa. Keringat dan air mata mewarnai arena; beberapa atlet bahkan harus mendapatkan perawatan medis akibat cedera ringan hingga harus ditandu keluar gelanggang demi meraih kemenangan.
Ketua IPSI Kota Pasuruan, H. Farid Misbah, memberikan apresiasi tinggi atas mentalitas para atlet muda ini. "Luar biasa, semangat para peserta sangat tinggi. Mentalitas juara tertanam di jiwa mereka. Alhamdulillah, acara berjalan sukses dan sportivitas tetap terjaga. Ini bukti bahwa pelatih telah memberikan teladan yang baik dalam mendidik mereka," ujar Farid di sela-sela acara.
Perguruan Pencak Silat Kuntu Mancilan kembali membuktikan ketangguhannya dengan mempertahankan gelar juara bertahan dan memborong predikat Juara Umum di dua kategori sekaligus (Pemasalan dan Prestasi).
Berikut adalah perolehan medali untuk posisi tiga besar:
Kategori Juara Umum Pemasalan 2026:
Kuntu Mancilan: 72 Emas, 31 Perak, 30 Perunggu.
Tapak Suci: 13 Emas, 11 Perak, 11 Perunggu.
Ciung Elang: 9 Emas, 13 Perak, 11 Perunggu.
Kategori Juara Umum Prestasi:
Kuntu Mancilan: 9 Emas, 6 Perak, 1 Perunggu.
Pencak Organisasi (PO): 4 Emas, 1 Perak, 3 Perunggu.
PSHT: 3 Emas, 4 Perak, 5 Perunggu.
Menanggapi kemenangan besar ini, Nuril Hidayati selaku pengasuh Perguruan Kuntu Mancilan tetap memberikan pesan yang membumi kepada para atletnya. Ia menekankan bahwa kemenangan bukanlah segalanya, melainkan proses belajar yang tiada henti.
"Seorang petarung harus siap kalah, bukan hanya berharap menang. Kekalahan harus dijadikan motivasi, dan bagi yang menang, jangan lelah berlatih karena masih banyak lawan hebat di luar sana. Tidak ada kesuksesan tanpa belajar bersungguh-sungguh," ungkap Nuril kepada awak media.
Rasa syukur juga datang dari salah satu jawara Kuntu Mancilan, M. Rofiudin. "Alhamdulillah, terima kasih untuk rekan-rekan yang selalu kompak. Kemenangan ini jadi penyemangat untuk berlatih lebih keras lagi ke depannya agar bisa lebih berprestasi," ucapnya penuh syukur.
Penyerahan piala dilakukan langsung oleh Ketua IPSI Kota Pasuruan didampingi oleh Delegasi Teknik, Drs. Samsul Arifin, beserta jajaran ketua perguruan. Kejuaraan ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi atlet Kota Pasuruan untuk berbicara banyak di level provinsi mendatang. (Tri/yus)
