Pasuruan, Pojok Kiri
Keluarga Besar PSI, DPD, DPC, dan DPRT pada Minggu, 12 April 2026 menggelar Halal Bihalal pasca Idul Fitri 1447 H (2026) di Gedung Joglo Kejayan, dalam rangka mempererat silaturahmi, soliditas pengurus (DPD-DPRt), dan menguatkan konsolidasi politik. Acara ini menjadi ajang konsolidasi internal, memaafkan, serta penegasan komitmen pelayanan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar pengurus partai, mulai dari Keluarga Besar PSI, DPD, DPC, dan DPRT.
Dalam sambutannya ketua DPD partai PSI Kabupaten Pasuruan, Ahmad Nadjib Martak, keluarga besar PSI untuk tetap semangat, bersama-sama merebut pimpinan dewan yang ada di Kabupaten Pasuruan, bila perlu merebut pendopo.
"Perlu di lihat PSI Kabupaten Pasuruan mempunyai semangat kebersamaan, target kita adalah kita harus bisa merebut pimpinan dewan yang ada di Kabupaten Pasuruan. " siap untuk merebut kemenangan 2029, bila perlu kita juga akan merebut pendopo. "Tegasnya.
Nadjib Martak menegaskan, PSI harus ke sana karena tahun kemarin PSI juga mengusung dan mengantarkan Bupati dan wakil Bupati di pendopo Kabupaten Pasuruan, " kita sampai saat ini masih tetap konsisten membantu, dan perlu diketahui kita partai non parlemen di kabupaten Pasuruan terus bekerja keras untuk memenangkan Pilkada kemarin dan kami tetap mendukung. "Pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut hadir wakil bupati Pasuruan Gus Shobih Asrori. Dalam tausiyahnya Gus Sobih mengibaratkan PSI itu bayi Ajaib. Meski baru lahir partai ini bisa menjaga kekompakannya, sebagai pejuang-pejuang Partai Solidaritas Indonesia, Gus Shobih mendoakan semoga PSI bisa mengisi parlemennya di Kabupaten/Kota, parlemennya di provinsi juga parlemen Pusat.
Disinggung apakan Gus Shobih siap di pinang Partai PSI, ia mengibaratkan dirinya adalah sosok orang perempuan yang cantik, politisi yang sedang dicerai oleh suaminya, " makanya saya diundang Golkar saya berpakaian kuning, saya diundang Demokrat saya berpakaian Biru, saya diundang PSI ada identik merahnya.
" saya ibarat seorang perempuan walaupun hakekatnya Saya ini orang laki-laki yang sudah tua tapi ibaratnya perempuan yang masih potensial pasti saya pribadi juga akan melirik, di sana menilai, di sana menilai, di sana barangkali, nanti kalau sudah saya selesai masa Iddah ada yang cocok, saya siap dikawin. "Tutupnya. (Syafi'i/Yus).
