Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Wagub Jatim Lepas Pawai Ogoh-Ogoh di Tosari, Tekankan Harmoni Budaya dan Toleransi



PASURUAN, Pojok Kiri – Kemeriahan menjelang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 terasa kental di Desa Wisata Tosari, kawasan penyangga wisata Gunung Bromo. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin, hadir langsung untuk melepas Pawai Ogoh-Ogoh yang diikuti oleh warga dari berbagai desa di Kecamatan Tosari dan Kecamatan Puspo, (19/03/2026).

Pawai ini menampilkan berbagai bentuk Ogoh-Ogoh raksasa yang diarak keliling desa, melambangkan pembersihan diri dan alam semesta sebelum memasuki masa hening Nyepi.
Dalam sambutannya, Emil Dardak mengapresiasi tinggi keguyuban warga Tengger. Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan manifestasi kreativitas dan budaya yang kuat.

"Kami merasa sangat berbahagia melihat keguyuban warga terjalin erat. Kreativitas yang ditampilkan dalam Ogoh-Ogoh ini adalah bagian penting dari kekayaan budaya kita di Jawa Timur," ujar Emil.

Menariknya, perayaan Nyepi tahun ini bertepatan dengan momentum persiapan Idul Fitri bagi umat Muslim. Emil menyampaikan bahwa pemerintah telah mengatur penggunaan pengeras suara saat takbiran untuk menghormati umat Hindu yang sedang melaksanakan Catur Brata Penyepian.

"Ini adalah bentuk nyata toleransi. Pemerintah telah menetapkan aturan agar saat pelaksanaan Nyepi, saudara-saudara kita yang Muslim tidak menggunakan pengeras suara saat takbiran, sehingga suasana hening Nyepi tetap terjaga," tambahnya.

Selain menghadiri kegiatan budaya, Wagub Emil juga memanfaatkan kunjungan ini untuk menyerap aspirasi masyarakat dan perangkat desa. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas jalan provinsi di area Tosari.

Meskipun kondisi jalan sudah lebar dan mulus, Emil mencatat perlunya pembangunan drainase sepanjang kurang lebih 25 kilometer serta penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) demi keamanan dan kenyamanan wisatawan maupun warga lokal.

Acara diakhiri dengan sambutan resmi atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Gubernur Jawa Timur. Emil dan Arumi memberikan ucapan selamat kepada seluruh umat Hindu yang merayakan.

"Selamat Hari Suci Nyepi 1948 Saka. Semoga semangat Vasudhaiva Kutumbakam 'kita semua adalah satu keluarga' terus memperkuat persaudaraan kita di bumi Jawa Timur," pungkasnya. (Chu/Yus)