Pasuruan, Pojok Kiri
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gempol bersama forkopimcam dan Asosiasi Kepala Desa (AKD) kembali menggelar kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Al-A'la dusun Genengan desa Jerukpurut kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, pada Senin (2/3/2026).
Acara yang di gelar tiap tahun ini melibatkan badan otonom (Banom) NU, seperti GP Ansor, Banser, Pagar Nusa, dan IPNU, dengan pelaksanaan di 15 ranting se-Kecamatan Gempol selama bulan Ramadhan 1447 H/ 2026 Masehi.
Acara ini sudah berlangsung selama beberapa malam, dan saat ini sudah masuk putaran ke 5 berada di ranting NU desa Jerukpurut yang penyelenggaraannya berada di Masjid Al- A'la dusun Genengan desa Jerukpurut.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian MWCNU Gempol, Forkopimcam, dan AKD dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebersamaan di masyarakat.
Kegiatan di hadiri jajaran Muspika Kecamatan Gempol dari Camat, Damramil, Polsek, Kepala desa dan jajaran perangkat Jerukpurut, dan banom NU.
Kepala desa Jerukpurut, Haji Slamet, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran muspika, Jajaran MWC NU dan Banom serta jam'iyah teraweh yang ada di masjid Al-A'la di desanya.
Atas nama pemerintah desa Jerukpurut, Haji Slamet menegaskan jika saat ini dengan adanya keterbatasan anggaran pemerintah, Ia menghimbau kepada warganya jangan hura-hura, jangan banyak kegiatan, karena pemerintah saat ini sedang melakukan efisiensi, Ada perubahan anggaran dana desa, 70% yang di alihkan untuk KDMP.
"Semua itu di ikuti saja, karena bukan kewenangan kita. Ayo yang rukun, jangan sampai ada permasalahan. "Ucapnya.
Haji Slamet mengajak, untuk meramaikan musholla/ Masjid di lingkungannya masing-masing, ngak usah mengadakan takbir keliling. "Kenapa kita harus keliling, corong masjid sudah di atas semua, "tambahnya.
Hal yang sama juga disampaikan DanRamil 0819/20 Gempol, Kapten Czi Sutiyono, dirinya mengajak jaga keamanan dan ketertiban waktu berakhirnya puasa ramadhan dengan melaksanakan takbir di musholla-masjid di lingkungan sendiri, jangan sampai keliling.
"Tolong kejadian-kejadian yang sudah jangan terulang lagi. Mari kita jaga keamanan, juga jaga anak anak kita, jangan sampai minum-minuman keras dan narkoba. Mari kita isi Masjid dan mushola kita takbir bersama, tidak usah takbiran keliling,"Tuturnya.
Selanjutnya Ketua Tanfidyah MWCNU Gempol, Kiai Haji M. Khozin, menegaskan bahwa Tarling ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta syiar ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat.
"Dengan adanya Tarling ini, kita berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial semakin tumbuh. Selain itu, ini juga menjadi momen untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita di bulan suci Ramadhan," ujarnya.
Perlu di ketahui kemegahan masjid Al-A'la dusun Genengan, selain upaya panitia pembangunan bersama warga, juga tidak lepas dari donatur utama, Pengusaha Rokok RMS, Haji Rohmawan.
Dari kondisi semula Masjid yang sederhana, kini di sulap menjadi masjid yang megah di atas lereng gunung Penanggungan.
Dari bentuk terima kasih atas bantuan para donatur tersebut, takmir Masjid Al-A'la kepada jamaah sholat 5 waktu tidak lupa selalu kirim do'a khususnya kepada almarhumah istri Haji Rohmawan, bahkan setiap hari kamis atas inisiatif warga, dibacakan surat Yasin dan tahlil.
Sesuai dengan namanya, Masjid Al-A'la dusun Genengan yang berada di lereng gunung Penanggungan, kubah dan menaranya menjulang tinggi. Nama ini di ambil dari Surah Al-A'la (الْأعلى) surat ke-87 dalam Al-Qur'an, yang berarti "Yang Paling Tinggi". Surat ini berisi perintah mensucikan Allah, kuasa-Nya mencipta, serta keutamaan kehidupan akhirat. Yang Sering dibaca Nabi SAW saat salat Jumat.
"Alkhamdulillah, sudah berkali-kali sejak tahun 2024-2026 Abah Rohmawan memberikan bantuan, selaku donatur. Pertama Rp. 100juta, itupun sudah 4 kali ini. Semoga siapa saja yang telah membantu pelaksanaan pembangunan masjid ini, khususnya Abah Rohmawan, ditinggikan derajatnya, dan dilancarkan usahanya, dan yang sudah almarhum disucikan oleh Allah, "Ujar Iswanto Kasun. Genengan.
Kondisi masjid kini sudah sangat bagus, meski belum 100%, seiring dengan sempurnanya sarana ibadah, di harapkan kegiatan keagamaan juga harus terus di makmurkan untuk syiar Agama.
"Kami atas nama warga dusun Genengan mengucapkan terima kasih kepada Abah Mawan dan para donatur yang sudah menyisihkan rejeki untuk pembangunan rumah Alah, "Pungkas Iswanto. (Syafii/Yus).
