PASURUAN, Pojok Kiri
Jajaran Pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Kabupaten Pasuruan resmi dilantik, Minggu (15/2/2026), di Jatim International Expo (JIE) Convention Exhibition kemarin lusa,Pelantikan dilakukan serentak bersama 37 DPD kabupaten/kota se-Jawa Timur paska sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda).
Ini pertama kalinya DPD tingkat II pelaksanaan pelantikan di lakukan secara serentak dan dihadiri langsung Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Untuk Kabupaten Pasuruan, kepengurusan periode 2026–2030 dipimpin Nik Sugiharti sebagai Ketua, Tri Laksono Adi Priyanto sebagai Sekretaris, dan Yuni Kusuma W sebagai Bendahara.
Terpisah, Nik Sugiharti menyatakan kesiapan menjalankan arahan dan instruksi Ketua Umum. Hal pertama yang akan dilakukan adalah konsolidasi muscam.“Dalam waktu dekat kami akan konsolidasi sampai ke tingkat bawah, mulai kecamatan sampai desa untuk memperkuat struktur serta soliditas kader. Penguatan akar rumput menjadi prioritas,” ujarnya.
Politisi senior Partai Golkar Asli desa Kejapanan ini menambahkan, DPD Golkar Kabupaten Pasuruan mengusung konsep “Wani Kolaborasi” sebagai semangat membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Kami ingin berkolaborasi dengan semua pihak, mulai dari tingkat bawah hingga pengambil kebijakan. Itu menjadi optimisme kami untuk memperkuat peran Golkar di Pasuruan,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga menindaklanjuti arahan Ketua Umum terkait regenerasi kepengurusan. DPD menargetkan 40 persen struktur diisi kalangan muda sebagai bagian dari upaya memperluas basis kader.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya kekompakan dan konsolidasi partai dalam meraih kejayaan. Ia optimistis pengurus baru di Jawa Timur mampu menjalankan tugas organisasi dengan baik.
“Saya yakin pengurus di Jawa Timur solid dan siap bekerja. Konsolidasi adalah kunci utama memenangkan hati rakyat, ”tegasnya.
Menurut Bahlil, pelantikan serentak ini menjadi momentum sejarah bagi Golkar. Ia juga menekankan bahwa partai harus terus memperkuat struktur hingga ke tingkat kecamatan dan desa sebagai basis utama dukungan.“Musda adalah instrumen konsolidasi. Setelah ini, saya instruksikan seluruh pengurus untuk turun ke bawah, karena di sanalah kita merebut kepercayaan rakyat,” pungkasnya.(Syafii/yus).
