Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Terekam CCTV Ambil Beras Bantuan Warga, Kades Semare Bakal Dilaporkan ke Inspektorat



PASURUAN, pojok kiri Dugaan penyelewengan bantuan pangan kembali mengguncang Kabupaten Pasuruan. Kali ini, oknum Kepala Desa Semare, berinisial MUS menjadi sorotan setelah terekam kamera CCTV diduga mengambil karung beras bantuan pemerintah yang seharusnya diperuntukkan bagi warga miskin.

Insiden ini memicu kegaduhan di internal perangkat desa hingga mengundang reaksi keras dari lembaga swadaya masyarakat.
Kronologi: Beras Berkurang Misterius di Kantor Desa.

Peristiwa bermula saat bantuan pangan sebanyak 652 karung tiba di Kantor Desa Semare, Kecamatan Kraton, pada 23 Juli 2025 sore hari. Namun, saat dilakukan pengecekan oleh perangkat desa pada keesokan harinya, 24 Juli 2025, jumlah karung beras tersebut ditemukan telah berkurang.

Curiga dengan hilangnya aset bantuan tersebut, perangkat desa memeriksa rekaman CCTV kantor. Hasilnya mengejutkan; kamera pengawas menangkap aksi sang Kepala Desa yang tengah mengambil beberapa karung beras tanpa koordinasi maupun konfirmasi kepada petugas penyalur.

Ketua Lembaga LSM AGTIB (Aliansi Gerakan Transparansi Indonesia Bersatu), Samsul Arifin, mengecam keras tindakan oknum Kades tersebut. Menurutnya, perilaku ini sangat mencederai rasa keadilan di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan.

"Tindakan ini sangat memalukan. Seorang Kepala Desa seharusnya mengayomi dan memastikan bantuan sampai ke tangan yang berhak, bukan malah berbalik mengambil hak warga miskinnya sendiri," tegas Samsul Arifin, Selasa (16/02/2026).

Ia menambahkan bahwa saat pihaknya mencoba melakukan konfirmasi, Kades Mustakim terkesan menghindar dan enggan memberikan penjelasan terkait aksi yang terekam kamera tersebut.

LSM AGTIB menyatakan tidak akan tinggal diam atas temuan ini. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melayangkan laporan resmi ke Inspektorat Kabupaten Pasuruan untuk dilakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh.

"Kami meminta Dinas terkait bertindak tegas. Jika terbukti ada unsur pidana atau pelanggaran administrasi berat, kami menuntut sanksi pemecatan secara tidak terhormat bagi oknum Kades tersebut sebagai efek jera," pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Semare belum memberikan pernyataan resmi mengenai berapa jumlah pasti beras yang hilang serta untuk tujuan apa pengambilan tersebut.(Khu/yus)