Pasuruan, Pojok Kiri
Sebagai bentuk pengawasan APBD dan tindak lanjut aspirasi terkait kebutuhan sarana sekolah, ketua DPRD kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, Sag,Mpd melakukan peninjuan ke SDN1 Bulusari Kecamatan Gempol pada Sabtu (31/01/26 ) pagi.
Kegiatan tersebut untuk melihat langsung hasil pembangunan rehab ruang kelas dua oleh Pemkab Pasuruan dari APBD II tahun 2025 lalu karena atap kelas sudah kropos dan bocor lantaran sudah beberapa tahun tak tertangani.
Kehadiran Samsul Hidayat di sambut langsung oleh Kepala sekolah SDN 1 Bulusari, ketua komite dan jajarannya, paguyuban wali murid, serta dewan guru. Pada kesempatan tersebut Samsul Hidayat diberi kesempatan memotong pita tanda selesainya pembangunan ruang kelas tersebut.
Politisi PKB Asala Wonosari ini berharap ruang kelas yang baru tersebut segara bisa di gunakan untuk aktifitas belajar siswa “ alhamdulillah ruang kelas yang baru ini sudah di tempati, sehingga anak anak didik bisa nyaman saat belajar dan tak takut bocor lagi “tuturnya.
Disela-sela ramah tamah, Pria yang akrab di panggil Lek Sul ini menyampaikan jika program pemerintah daerah memprioritaskan pendidikan, "makanya kami yang di DPRD mensupport betul program tersebut, "ucapnya.
Ia mengakui kalau ditahun 2025 kemarin anggaran untuk pendidikan mencapai hampir 54 miliar untuk membangun 279 lembaga diantaranya SDN Bulusari 1. Akan tetapi untuk tahun 2026 karena adanya beberapa pengurangan-pengurangan yang cukup besar maka tahun 2026 ini hanya dianggarkan sekitar 13 miliar.
Terbatasnya kemampuan anggaran pada saat ini, tidak mematahkan semangat Mas Samsul terkait pendidikan. Bahkan Mas Samsul dihadapan paguyuban wali murid menyampaikan kalau ditahun ini untuk SDN Bulusari sudah difloating.
"sudah saya floating. Kemarin saya menyampaikan ke Mas Bupati dan Dinas pendidikan agar SDN Bulusari tetap diberikan anggaran. Insyaallah sekitar 200 juta rencananya itu untuk meneruskan pembangunan ruang kelas. "Tandasnya.
"Makanya Monggo kami hanya bisa memfasilitasi anggaran sesuai dengan tupoksi DPRD yaitu fungsi anggaran. Insyaallah nanti di minggu pertama minggu kedua akan ada dari perencana yang turun ke SDN Bulusari 1."tambahnya.
Dirinya juga mengingatkan kalau pembangunan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Bupati, tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah, tidak hanya menjadi tanggung jawab DPRD, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama, " makanya kalau komite tidak didampingi oleh paguyuban, tidak akan jalan. Apalagi kepala sekolah dan dewan guru itu hanya fokus untuk pembelajaran, lah kita harus berfikir bagaimana putra - Putri kita bisa belajar dengan nyaman bisa belajar dengan aman, sehingga apa yang menjadi cita-citanya bisa tercapai. "Tuturnya.
Mas Samsul mengapresiasi kepada paguyuban selaku garda depan dalam mensupport sarana prasarana pendidikan untuk masa depan putra-putrinya, "mari kita niati, apa yang kita berikan kepada lembaga pendidikan. shodaqoh jariyah kepada lembaga pendidikan banyak manfaatnya, karena kalau kita bershodakoh kepada lembaga pendidikan, amalan kita Terus mengalir meski kita sudah tiada, " jelas Mas Samsul.
Disisi lain, Mas Samsul juga salut salut dengan paguyuban SDN Bulusari, semuanya wanita dan kompak. Juga kepada dewan guru, dan komite yang luar biasa.
Melalui kunjungan di SDN1 Bulusari ini serta Berkaca dari pelaksanaan rehab tahun 2025 , dirinya selaku ketua DPRD Kabupaten Pasuruan berharap kepada Dinas Pendidikan melakukan kordinasi dengan pihak sekolah yang mendapatkan bantuan rehap ,tujuannya agar program Pembangunan bisa selaras dengan kebutuhan sekolah
“jangan sampai sekolah butuh rehab ruang kelas tapi yang di bangun pager sehingga persoalan utama tidak tertangani”jelasnya.(Syafii/Yus).
