Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Seling Jembatan Gantung Putus di terjang Banjir, 35 KK Warga Dusun Sukci-Bulusari Terancam Isolasi



Pasuruan, Pojok Kiri 
 - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Gempol sejak dini hari memicu bencana serius. Sebuah jembatan gantung penghubung antar desa dilaporkan terancam ambrol akibat putusnya seling penguat jembatan yang longsong di terjang banjir bandang, rabo (04/02/2026) sekitar pukul 04.30 WIB, sehingga mengancam aktivitas warga, termasuk akses anak-anak menuju sekolah. 

Yopi, Kepala dusun Sukci desa Bulusari kecamatan Gempol, menjelaskan jembatan gantung yang terancam ambruk tersebut merupakan jembatan penghubung dusun juga penghubung desa Bulusari dengan desa Carat, pertama kali dibangun tahun 1983 oleh Pelaksana proyek tol RSEA.
Ditegaskan Yopi, jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 25 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter itu selama ini menjadi urat nadi warga dari dua desa.

"Ini dampak curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan pergerakan tanah di sekitar jembatan hingga akhirnya struktur penyangga tidak mampu menahan beban, "ungkapnya. 

Longsor terjadi akibat hujan deras kemarin sejak siang hingga malam. Akibatnya, seling penguat jembatan gantung putus, untuk itu warga berharap ada perhatian dari pemerintah, karena kalau tidak di antisipasi bisa jadi jembatannya yang akan putus, dan bisa berdampak signifikan terhadap kehidupan warga. Sedikitnya 35 lebih kepala keluarga (KK) di wilayah dusun Sukci (kendran) akan terancam terisolasi. Selain itu, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi anak-anak sekolah tingkat SD dan SMP, serta jalur utama petani menuju lahan pertanian.

"Jembatan ini setiap hari digunakan anak-anak sekolah dan warga. Ini akses penting, bukan hanya untuk pendidikan, tetapi juga ekonomi warga,” ungkapnya.

Pasca kejadian, tegas Yopi, dari unsur pemerintah desa dan masyarakat langsung bergerak cepat, melaporkan kejadian tersebut ke Pemda Pasuruan. Sementara waktu untuk antisipasi kejadian longsor susulan yang lebih besar masyarakat melakukan gotong royong menggunakan bambu yang ada sebagai penahan longsor. 

"Kita sudah melakukan asesmen ke lokasi untuk mendata dampak dan kebutuhan penanganan darurat," ucapnya. 

Selain asesmen, Yopi juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan dengan intensitas cukup tinggi. Saat ini, kondisi cuaca di lokasi seringkali berawan.(Syafii/Yus)