Pasuruan, Pojok Kiri
Pemerintah Desa Gempol, kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda wilayahnya akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Pasuruan, pada sore hingga malam, rabo (4/2/2026).
Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, Kepala Desa Gempol, Ahmad Dwi Setiyono mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak.
Dapur umum tersebut mulai beroperasi sejak kamis (5/2/2026) dan berlokasi di Balai desa Gempol, karena dekat dengan titik-titik yang terdampak banjir. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah Desa dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
“Kondisi banjir membuat sebagian warga tidak bisa beraktivitas seperti biasa, termasuk kesulitan memasak karena rumah terendam. Maka kami inisiatif membangun dapur umum agar kebutuhan makan warga tetap terpenuhi,” ujar Ibu Kades dan kader saat ditemui di lokasi dapur umum kamis (5/2/2026).
Dapur umum ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat desa, ibu-ibu PKK, Karang Taruna, relawan FPRB, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, pelaku usaha dan masyarakat. Di lokasi tersebut ratusan porsi makanan dibagikan secara gratis kepada warga yang terdampak, menyisir jalan-jalan Gang dari dusun Tanjung, perumahan Gempol Citra Asri, Wonoayu luar dan Wonoayu dalam yang masih bertahan di rumah masing-masing.
Selain menyediakan makanan siap saji, Pemerintah Desa Gempol juga turut menyalurkan bantuan lain seperti air bersih.
Ditempat terpisah Kades Gempol Ahmad Dwi Setiyono, juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kesehatan, dan saling membantu satu sama lain. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Desa akan terus memantau perkembangan banjir dan memastikan semua warga terdampak mendapat bantuan yang layak.
“Kami akan terus siaga sampai kondisi kembali normal. Keselamatan dan kebutuhan warga adalah prioritas utama kami,” tegas Dwi.
Banjir yang melanda Desa Gempol ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang menyebabkan luapan air dari Anak Werati. Sejumlah titik mengalami genangan cukup parah, terutama di kawasan yang berada di dataran rendah seperti dusun Tanjung dan dusun Wonoayu.
Pemerintah Desa bersama unsur kecamatan dan BPBD Kabupaten Pasuruan, dan Propinsi saat ini terus melakukan upaya evakuasi, pendataan korban, serta distribusi bantuan secara merata, (Syafii/Yus).
