Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Melihat Gempol Banjir, Ketua DPRD Kab. Pasuruan, Spontan Bentuk Satgas Kolaborasi Penanganan Banjir.



Pasuruan, Pojok Kiri
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, dan Wakil Ketua DPRD Adinda Denisa, serta Anggota DPRD dari komisi I Nik Sugiharti, menghadiri Undangan Musrenbang Kecamatan Gempol 2026, dengan tema "Penguatan Pertumbuhan Ekonomi Dan Investasi Dengan Dukungan Kolaborasi Vertikal Dan Horizontal. Kamis (5/2/2026) dalam Rangka
penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 
kabupaten Pasuruan tahun 2027, yang dilaksanakan di auditorium lantai 2 kantor Kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan. 

Lengkah ini dihadiri langsung jajaran DPRD kabupaten asal dapil I (Gempol, Beji Bangil) , OPD, Forkopimcam, AKD, BPD, tokoh Agama, TP PKK, Unsur kesehatan, tokoh masyarakat, dan undangan lain yang turut serta hadir dalam acara yang digelar.

Musrenbang Kecamatan ini merupakan wadah tahunan bagi para pemangku kepentingan di
tingkat Kecamatan untuk menggali masukan dan aspirasi mengenai program prioritas
pembangunan yang berfokus pada kebutuhan di wilayah Grmpol. Tentunya, hasil dari
Musrenbang Desa yang sudah di laksanakan sebelumnya yang akan menjadi acuan utama dalam
perencanaan ini.

Dalam konteks pembangunan di Kecamatan Gempol Ketua DPRD Samsul Hidayat menyampaikan kondisi keuangan kabupaten Pasuruan untuk diketahui bersama bahwa kondisi fiskalnya sedang tidak baik-baik saja. 

"Memang perencanaan pembangunan merupakan unsur penting dari penyelenggaraan pemerintahan yang harus diperhatikan.Tapi perlu kita pahami bersama bahwa kondisi fiskal di kabupaten Pasuruan sedang tidak baik-baik saja, "tuturnya. 

Samsul Hidayat menegaskan, DPRD Kabupaten Pasuruan tetap berkomitmen mengawal proses pembangunan sejak tahap perencanaan agar pelaksanaannya berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Apalagi kondisi saat ini di kecamatan Gempol kebetulan di kasih banjir.

Dan ini, menurut Mas Samsul, bagaimana Gempol bisa tampil sendiri dalam menyelesaikan Banjir. Karena kondisi sekarang kita tidak bisa ketergantungan dengan Pemda. Dengan cara membentuk Satgas Kolaburadi Penanganan Banjir (SKPB).

"Tolong pak camat segera di bentuk satgas Banjir, "saya malu, di Gempol ada Adinda Denisa wakil Ketua DPRD, Nik Sugiharti ketua DPD Partai Golkar, dan saya sendiri Ketua DPRD, melihat Gempol Kok banjir, malu saya. "Ucap Mas Samsul. 

Menilai kondisi Gempol, sebagai putra daerah, spontan Samsul Hidayat langsung bantu Rp. 5juta untuk segera bentuk satgas kolaburasi penanganan banjir di Gempol. 

Mas Samsul juga memohon, setelah di bentuk, nantik Dirinya , Bu Nik Sugiharti, dan Bu Dinda Denisa akan berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada di kecamatan Gempol. 

Bahkan dirinya sudah berkomunikasi dengan beberapa pihak, termasuk bbws, pabri-pabrik. "Cari rezeki di Gempol, tapi kalau Gempol kesusahan kok diam saja ", pola Ina menurut Mas Samsul harus di rubah.  

Mas Samsul Yakin di Gempol, dengan kolaborasi bersama, muspika, banjir harus jadi prioritas, "maka kalau masyarakat mau bekerja bakti, kami Pak camat, Bu Dinda, Bu Nik, dan Saya yang akan mancarikan uangnya. "Ujarnya. 

Keyakinan itu bukan tanpa alasan, karena banjir selama ini hanya karena tersumbat, pendangkalan saluran. Tapi masyarakat selalu menyalahkan bupati, Gubernur, bahkan sampai ke pusat. "sudah tau banjir kok diam saja. Tetapi kita harus tampil sendiri bagaiman Gempol ini selesai banjirnya. "Tandasnya. (Syafii/Yus).