Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Kiat Desa Randupitu Dalam Mengajar Capaian Target 100%, Lunas Pajak PBB tahun 2025



Pasuruan, Pojok Kiri
Desa Randupitu kembali menunjukkan performa prima sebagai salah satu desa terbaik disegala hal. Salahsatunya berdasarkan data hingga tahun 2024-2025, Desa Randupitu di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, dikenal memiliki tingkat kesadaran pajak yang sangat tinggi dan konsisten melunasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) lebih awal dibandingkan desa-desa lain di wilayah tersebut, bahkan lunas 100%.

Desa Randupitu merupakan salah satu desa dengan lunas PBB 100% dari 15 desa di Kecamatan Gempol. Desa ini diakui sebagai juara bertahan dalam pelunasan PBB-P2 terbaik di wilayah Kecamatan Gempol, bahkan diantara 24 kecamatan. Sehingga ketika pemerintah kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan menggelar Musrenbangcam, kamis (06/02/2026) Camat Gempol menilai Desa Randupitu kembali jadi desa yang lunas 100% lebih cepat dan layak mendapat penghargaan sebagai desa lunas PBB 100% tahun 2025. Desa Randupitu juga menerima berbagai penghargaan atas inovasi dan kinerja administratifnya, termasuk dalam hal kepatuhan pajak. Bertempat di auditorium lantai 2 kantor Kecamatan Gempol.

Mochammad Fuad, Kepala Desa Randupitu menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini. "Ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Desa Randupitu memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya pajak. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi contoh bagi desa lain untuk terus meningkatkan kinerjanya," ujarnya.

Pencapaian ini tidak lepas dari teknis, bagaimana kepala desa Randupitu dan jajaran perangkat menunjukkan komitmennya bersama masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. 
Melalui koordinasi yang baik antara perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dalam menyelesaikan problem wajib pajak agar tepat waktu.

Untuk bisa menumbuhkan semangat perangkat desa dalam pencapaian menyelesaikan kewajiban warga dalam membayar pajak PBB. Mochammad Fuad mengakui awalnya banyak kendala, namun Fuad punya kiat sendiri bagaimana masyarakat bisa menyadari atas kewajibannya pada negara. 

Melalui Edukasi dan Sosialisasi yang Humanis, Kades Randupitu merangkul tokoh masyarakat, tokoh agama, RT-RW se-Desa Randupitu, melalui wadah forum Sosialisasi kades Randupitu menjelaskan bahwa uang pajak yang di bayar ke negara, nantinya akan di kembalikan ke desa untuk pembangunan desa. Selain itu sebelum mengambil keputusan, Fuad juga menampung informasi dan keluhan perangkatnya, mulai dari Kawil, RT, RW, serta masyarakat, apa yang menjadi problem dan kendala sehingga mereka para wajib pajak tidak mau bayar. 

"Untuk bisa memperoleh kepercayaan masyarakat memang tidak mudah, caranya dengan Transparansi penggunaan anggaran, karena Masyarakat akan lebih sadar membayar pajak jika melihat hasil konkrit dari pajak yang dibayarkan, yaitu pembangunan yang ada di desa Randupitu, "ujar Fuat. 

"Dari sini kita bisa menyimpulkan kendala dilapangan. Kita kumpulkan Database pemilik tanah yang asli sekarang, terkadang tanahnya di sini, rumahnya di luar kota. "Ucapnya.

Kerj keras dan atministrasi yang baik jugu di perlukan, karena dengan kerja keras dan atministrasi yang baik Rewardnya jelas. "Mangkanya Kawil kita persilahkan dengan caranya sendiri bagaimana pajak ini bisa tertagih, tetapi tetap tertib atministrasi, "Tegasnya. 

Bahkan dirinya juga ikut eksekusi warga, jika ada warga yang tidak membayar pajak, jika perangkatnya angkat tangan. "kalau perangkat saya sudah menyerah tidak bisa nagih ke warga wajib pajak, pemilik tanah akan aku kirimi surat panggilan resmi dari pemerintah desa, supaya menghadap saya. Dan Alkhamdulillah sekian orang yang dulunya tidak mau bayar, akhirnya mau, mangkanya Randupitu bisa selesai 100% lunas pajak. (Syafii/Yus).