Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Dapur SPPG Japanan 2 Telah di Resmikan, Wujudkan Mimpi Anak Pasuruan Sehat dan Cerdas



Pasuruan, Pojok Kiri 
Grand Opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi mulai dilaksanakan di wilayah desa Kejapanan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Program tersebut dibuka oleh ketua Yayasan, bertempat di Gedung Kaca Kampung PIA dusun Warurejo desa Kejapanan kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, kamis (12/2/2026). Dapur SPPG tersebut berdiri di lahan kas desa Kejapanan area Kampung PIA. 
Peresmian dapur ini bukan hanya sekadar acara seremonial. Lebih dari itu, ini adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan gizi anak-anak dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Acara grand opening Dapur SPPG Kejapanan 2 dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Mulai dari warga setempat, tokoh agama, perangkat desa, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Forkopimka, Kepala desa Kejapanan, Kepala sekolah mulai dari Paud, TK, SD, dan SMP, hingga jajaran pemerintah kabupaten. Semua hadir dengan semangat yang sama: ingin berkontribusi untuk Pasuruan yang lebih baik.

Dapur ini akan menjadi pusat pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di desa Kejapanan Kecamatan Gempol dan sekitarnya. Program ini adalah hasil kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan anak-anak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dapur SPPG Kejapanan 2 dikelola oleh Yayasan keluarga berkah bersama l. Kehadiran yayasan lokal ini menjadi kekuatan penting dalam menggerakkan program ini di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Rosul, selaku ketua Yayasan menyampaikan untuk sementara ini secara bertahap hanya melayani SMPN 1 Gempol, sampai di anggap mampu baru bisa melayani sesuai target antara 2.500 sampai 3.000 porsi. 

"Sementara ini kita melayani di desa Kejapanan saja, khususnya SMPN 1 Gempol yang ada di dusun Warurejo, barat gedung SPPG Japanan 2 ini. Karena di sekolahan tersebut muritnya lumayan banyak, ada seribu lebih. Karena per dapur di batasi hanya 2.500 sampai 3.000 pursi. "Ujar Rosul. 

Terkait perekrutan karyawan, sesuai juknis, Rosul mengatakan secara aturan 30% harus warga lokal. Namun terapannya ada 30% lebih.  

Terkait menu, Rosul menegaskan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Japanan 2 bisa fleksibel, berdasarkan kebutuhan gizi, selera lokal, dan kondisi khusus siswa, seperti menu pengganti bagi penerima manfaat yang Alergi atau Kebutuhan Khusus. Juga menyesuaikan dengan selera lokal, serta bervariasi setiap harinya agar siswa tidak bosan.

" Pihak sekolah dan siswa dapat request menu MBG ke SPPG. Nanti kita fasilitasi melalui mekanisme komunikasi dua arah, seperti surat permintaan menu di ompreng makan, yang kemudian akan dipertimbangkan oleh ahli gizi SPPG berdasarkan standar gizi dan anggaran yang tersedia. Selama masih tetap memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kita Layani, "Ujar Rosul. 

Bahkan menjelang bulan puasa romadhon ini SPPG Japanan 2 sudah menyiapkan menu kering atau menu khusus selama bulan Ramadan.

Ditempat yang sama komandan Koramil (Danramil) 0819/20 Gempol, Kapten Czi Sutiyono, meminta pihak yayasan dan vendor pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak mengabaikan peningkatan kualitas gizi pada setiap menu makanan yang didistribusikan kepada para siswa. 

"Tolong yang bekerja di SPPG yang kompak, harus kerja sama yang baik, kerja tim, karena Satu kecelakaan kecil di dapur, bisa jadi kesalahan kita semua. "Ucap Ndanramil. 

Ia juga memohon kepada pihakbsekolah penerima manfaat, kalau ada hal-hal kecil segera komunikasikan, bukan di firalkan. Dengan persoalan kecil, semua kena getahnya. 

"Tolong pada ibu bapak kepala sekolah kalau ada hal-hal kecil, kami minta di koordinasikan, jangan di firalkan. Jangan sampai dengan persoalan kecil kita semua kena sanksi."Ujarnya. 

Pernyataan ini disambut baik oleh masyarakat yang hadir. Mereka menilai bahwa dapur gizi ini tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian.

Sementara, Kepala Dapur SPPG Kejapanan 2, Fadilah putri, menjelaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar memberikan makanan bergizi. Lebih dari itu, ini adalah program pemberdayaan masyarakat.

"Kami berharap, program ini bisa menjadi gerakan yang menyeluruh. Tidak hanya meningkatkan gizi anak, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama dari semua pihak. Mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten. Semua harus terlibat agar program ini berjalan dengan baik.

“Dengan saling bekerja sama, kita bisa memastikan bahwa dapur ini benar-benar bermanfaat. Anak-anak sehat, orang tua terbantu, dan ekonomi masyarakat ikut bergerak,” katanya.

Acara peresmian ditutup dengan doa bersama dan pembukaan dapur secara simbolis oleh Rosul. Dengan meyerahkan potongan tumpeng pada kepala desa Kejapanan. Dan pimpinan Forkopimka Gempol.

Dengan berdirinya Dapur SPPG Kejapanan 2 , fasilitas pelayanan gizi di Pasuruan, khususnya Kejapanan semakin lengkap. Pemerintah daerah optimis bahwa kerja sama seperti ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk menciptakan generasi yang sehat dan masyarakat yang lebih sejahtera. (Syafii/Yus).