Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Warga Keluhkan Pembangunan KDMP, di Anggap Mengesampingkan Dampaknya.



Pasuruan, Pojok Kiri
Warga di berbagai daerah keluhkan terkait lokasi pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Beberapa pembangunannya saat memilih titik pembangunan terkesan dipaksakan, meski ada yang di korbankan. 

Seperti halnya titik pembangunan KDMP desa Bulusari kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, warga, seniman, dan penggiat budaya sangat menyayangkan pelaksanaan pembangunan KDMP yang di bangun di belakang aikon desa, Taman Budaya Suci. 

"Ngawur, apa tidak ada pertimbangan lain. Pembangunan KDMP itu bagus, tapi jangan membunuh yang sudah jalan, Taman budaya suci merupakan lambang aura desa, kalau begini, kalau di lihat, jadi ngak menarik. Terkesan penataannya asal-asalan "ujar salah satu Penggiat budaya pada awak media Pojok Kiri, Selasa (6/1/2026).

Ditambahkan, kalau salah diawal, nantinya jadi tidak menarik, taman budaya suci yang nantinya bisa mendatangkan pengunjung untuk jalan-jalan, berlibur, nyantai dengan keluarga. Apalagi sudah ada cafe Budaya. "Mbangun deso itu yaa ada tata desa, ada tata kota, ngak asal-asalan, "ucapnya.

Lebih ironis lagi, pelaksana proyek saat membangun, tanaman bunga hasil swadaya masyarakat di rusak, di buang, meja kursi cafe jadi berantakan. Belum lagi Bangunan pondasi untuk musholla malah di buat bangunan Gudang proyek pelaksana pembangunan KDMP. 

Habibi selaku ketua Koperasi Desa Merah Putih, di konfirmasi awak media Pojok Kiri menyampaikan jika dirinya tidak di ajak rembukan terkait itu, "Saya tidak tau terkait itu, bukan kewenangan saya, karna itu aset, yaa pemdes Bulusari, dalam hal ini kepala desa. Saya nanti hanya terima kunci kalau bangunan itu selesai, "ujarnya. 

Gambaran dan konsep taman budaya Suci yang nantinya akan di bangun beberapa fasilitas publik, diantaranya, Taman Bermain dan Taman Literasi yang diperuntukkan bagi warga yang memiliki hobi membaca. Ada juga Gedung Aula yang dimanfaatkan warga setempat untuk berkreatifitas seni. Seperti seni tari, beladiri dan eksebisi seni lainnya. Pupus Sudah.(Syafii/Yus).