Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Di Sangka Bermain Angka, ini Jawaban PPK Gempol.



Pasuruan, Pojok Kiri
Upaya upaya pembetulan itu selalu di upayakan oleh PPK Tingkat Kecamatan Gempol, sebagai amanah, jangan sampai satu suara hilang atau nambah pada Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PPK Gempol, Sulaiman usai rekapitulasi hasil penghitungan dan perolehan suara Pemilu Tahun 2024 Tingkat Kecamatan Gempol, Minggu (25/02/2024) jam 1,30 WIB.

“Alhamdulillah, rekapitulasi penghitungan suara Kecamatan Gempol telah selesai dan berjalan dengan lancar, meski dalam prosesnya banyak lika-liku.” Ucapnya.

Sulaiman mengatakan proses penghitungan perolehan suara Kecamatan Gempol menghabiskan tiga hari tiga malam dengan jumlah 350 TPS dari 15 Desa. Keterbukaan dan fairplay, sesuai dengan hasil proses selama 3 Hari dari hari Rabo sampai hari Jumat.


Sulaiman menjelaskan, proses rekapitulasi di kecamatan Gempol bertujuan menyandingkan antara data yang di C-Hasil (Plano) dengan yang sudah terbaca dengan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap). Pembenarannya, perbaikannya itu pada saat rekapitulasi beberapa hari kemarin, di saksikan oleh semua saksi dan panwas kecamatan.

"Hasilnya kita bacakan malam ini. Dalam proses pleno penutupan ini kita bacakan hasil dari selama rekap hari kemarin,"ucapnya.

Namun dalam perjalanan yang semula di bacakan perdesa, atas usulan salah satu saksi partai akhirnya di baca semua. Tapi dalam proses pertengahan pembacaan panwascam mengusulkan supaya hasil Sirekap file mentahnya di bagikan kesemua saksi yang hadir, supaya bisa di pelajari, rupanya cara itu sangat efektif.

"Kita kasi waktu satu jam untuk mempelajari, mengevaluasi, dan Alhamdulillah setelah satu jam mengevaluasi para saksi semuanya, clear semuanya menerima hasil proses rekapitulasi di tingkat kecamatan," Ujar Sulaiman.


Pada akhirnya semua saksi setuju bahwa C-Hasil yang di bacakan oleh KPPS singkron dengan data saksi, sehingga semua saksi puas dan mau menanda tangani C-Hasil.

Terkait kecurigaan- kecurigaan selama ini, yang di alamatkan mulai tingkatan KPPS, PPS, dan PPK, tidak terbukti. Sulaiman selaku ketua PPK memaklumi karena hanya salah persepsi.

"Kecurigaan-kecurigaan itu saya bisa memahami, ternyata setelah saya evaluasi kenapa para saksi banyak yang keberatan, itu ternyata ada salah persepsi di tingkatan saksi, bahkan calon, para kontestan politik di pemilu 2024 ini. Mereka punya data C-Hasil, yang kemudian mereka menyandingkan C-Hasil Plano itu dengan hasil Sirekap yang belum di perbaiki. Lah itu saya baru menyadari malam ini , kenapa aura para saksi itu kok kayak tidak percaya terhadap PPK, padahal proses kemarin itu sungguh luar biasa, kita terbuka, bahkan kita sangat mempersilahkan siapapun yang merasa keberatan, dan itu biang keroknya di salah persepsi, "terangnya.

Kendati demikian Sulaiman juga tidak mempersoalkan, karena menurutnya bisa saja para calon, bukan berarti mereka tidak faham, mungkin belum tau sepenuhnya tentang sistem Sirekapnya KPU.

"Memang Sirekap setelah foto itu diuplout oleh KPPS, itu memang sudah ada numeriknya, tapi numerik yang muncul pembacaan Sirekap itu tidak semuanya betul, yang semestinya itu harus diperbaiki oleh KPPS, tapi oleh KPPS begitu uplout saja. Begitu muncul nomor angka, tidak di evaluasi, atau di cek, tidak di benarkan, karena tidak selamanya bacaan Sirekap itu betul. Harus ada bentuk evaluasi manusia, karena kerja mesin, "Papar Sulaiman.

Ia menjelaskan bahwa bukti C.satu dari saksi di cocokkan dengan rekap KPPS banyak yang tidak clear karena masih belum ada proses perbaikan di tingkatan KPPS, baru di tingkatan PPK ini kita mengkroscek antara C-Hasil dengan hasil Sirekap, disitu kemarin kita perbaiki, "dan Alhamdulillah perbaikan selama ini. Perbaikan itu tetap sumber kebenarannya itu tetap di C-Hasil (catatan otentik di TPS) yang itu menjadi sumber dasar validasi kita tentang perolehan suara. Begitu di Sirekap itu bacanya keliru dengan C-Hasil, maka kita harus kembali ke C-Hasil. Karena itu dasar kita dan itu bukti otentik dari TPS. "Tegasnya.

Meskipun itu ada selisih satu, PPK kecamatan Gempol tegaskan harus di cari sampai ketemu, kalau perlu di hitung ulang, "harus hitung ulang," tegasnya.

Ia menyatakan bahwa di situ ada proses, ada kesalahan tulis di C-Hasil dari KPPS, mestinya suara partai sendiri, suara caleg sendiri, baru di jumlahkan menjadi total suara. Namun suara caleg di hitung, di jumlah, di masukkan ke suara partai, setelah di masukkan ke suara partai baru kemudian dijumlah dan ditambahkan lagi dengan suara caleg, akhirnya ada pembekaan yang luar biasa (tidak sepadan dengan jumlah telinya), jumlah DPTnya pun melebihi. Sehingga itu tidak bisa tidak, harus membuka kotak suara, dimana letak kesalahannya. 

"Setelah kita analisa yaitu tadi KPPS salah cara menghitung atau mencatat. Kita itu pingin kerja profesional, dan sesuai dengan amanah kita, "jelasnya.

Upaya-upaya pembetulan itu selalu di upayakan oleh PPK, sebagai amanah, jangan sampai satu suara hilang atau nambah, dan pada akhirnya tuntas hari ini Minggu(25/02/2024) seluruh saksi partai jam 1.00 WIB menerima, mengamini, tidak ada salah satu saksipun yang menolak. 

Namun saksi dari Paslon presiden nomor urut 3 keberatan untuk membubuhkan tanda tangan, tapi bukan berarti menolak hasil Sirekap. Mereka hanya memberi catatan khusus terkait dengan isu nasional. Tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan hasil Sirekap.

"Sah sah saja bagi saksi tidak menandatangani, tidak masalah, dan itu hak mereka, dan Alkhamdulillah alasannya bukan karena tidak menerima hasil perhitungan catatan kita tapi terkait dengan isu isu nasional, "Jelas Sulaiman.

Setelah hasil rekap sudah di tanda tangani oleh para saksi, termasuk PPK. Ia akan memberikan salinan ini kepada KPU, saksi, dan termasuk panwascam.

Ucapan terima kasih juga di ucapkan Ketua PPK , Sulaiman kepada Panwascam Gempol, " sangat apresiasi juga sangat membantu kita selama proses rekapitulasi berjalan. Kolaborasi kita cukup baik, "ucapnya.

Ucapan terima kasih juga kepada semua steakholder yang telah terlibat pada pemilu 2024 di Kecamatan Gempol sehingga terciptanya pemilu yang aman dan damai.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua terutama penyelenggara pemilu kecamatan yaitu PPK beserta anggota, Panwascam beserta anggota juga, para saksi caleg, Saksi Partai, dan seluruh PPS Gempol yang sudah menyukseskan kegiatan demokrasi ini dengan aman, nyaman serta mendapatkan hasil yang baik,” Pungkasnya.(Syafi'i/Yus)