Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Randupitu desa Digital yang Edukatif

 



Pasuruan, Pojok Kiri 

Serangkaian acara Musrenbangdes Randuspitu diawali dengan penyambutan para tamu undangan, rabu (09/08/2023) dipendopo desa oleh para peserta didik dari TK Dharma wanita V. Rumah desa sehat (RDS) yang ber motto: Sehari Cermat ( sehat hari ini ceria masa tua), Ragam hasil produk UMKM, Launching Pemberdayaan perempuan program Pojok Baca bersama Pokja 2 TP PKK desa Randu Pitu dan sajian seni tari tradisional juga seni tradisional Islami Al Banjari EL Hasanah dilanjut dengan pemberian penghargaan kepada warga desa.


Demi mewujudkan kemandirian desa ditahun 2024 pemdes Randupitu kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), Rencana Pembangunan Tahun 2024  dan melalui usulan RKP daerah tahun 2025, prioritaskan desanya menjadi Desa Digital,  mengajak akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat untuk berkontribusi dalam proses pembangunan infrastruktur, pemanfaatan Internet of Things (IoT), dan berpartisipasi dalam literasi digital.


Seiring dengan Visinya Fuad menginginkan terwujudnya Desa Randupitu yang Maju, Mandiri, Damai, Sejahtera dan Berkelanjutan melalui Tata Kelolah Pemerintahan yang Good Governance.


Melalui misinya; 1. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan berbasis E-Government.,2. Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Pembangunan dan Pemberdayaan secara Adil dan Proporsional.,

3. Meningkatkan Potensi Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Randupitu.,4. Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Sektor Perekonomian Masyarakat Desa Randupitu.,5. Meningkatkan Peran Desa Untuk Menciptakan Pendidikan dan Kesehatan yang Baik.,

6. Meningkatkan Peran Desa untuk Mengurangi Angka Pengangguran.,

7. Meningkatkan Keamanan, Ketertiban dan Kenyamanan Hidup Masyarakat Desa Randupitu.


Dengan terwujutnya Randupitu desa digital, Visi misi Fuad salah satunya mengembangkan desa kedepan menjadi desa berbasis informasi teknologi (IT) yang syarat dengan pelayanan publik melalui sistem digitalisasi guna mempercepat pelayanan masyarakat melalui jaringan online. Randupitu  digital dimaksudkan untuk mempercepat perwujudan kesejahteraan umum  percepatan pelayan, menciptakan desa yang profesional, efektif, efesien, dan bertanggung jawab. 


Dalam rangka itulah, Fuad merubah pelayanan pemerintahan desa yang dipimpin dengan transformasi digital yang di canangkannya. 


Menurutnya perkembangan penduduk semakin lama semakin maju, maka harus di permudah dan percepat pelayanan atministrasinya, kesibukan masyarakat jangan sampai jadi penghalang untuk tidak mengurus administrasi desa, apalagi desa Randupitu merupakan  kawasan industri yang mayoritas penduduknya adalah pekerja pabrik. 


"Tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi sehingga tidak harus datang ke kantor desa."ucapnya.


Tidak hanya percepatan atministrasi secara online, hal yang lain juga bisa di akses melalui Website Resminya dengan hanya mengetik randupitu.com atau kembangrandu.com semua orang bisa melihat profil desa, pemerintahan desa, data desa, peta desa, dan regulasinya.


"Kami memiliki domain  sendiri kembangrandu. com tentang Randupitu, "Ucapnya 



Secara ringkas, menurutnya pembuatan website desa tersebut akan digunakan untuk memberikan informasi-informasi yang dinamis. Misalnya, kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh desa tersebut, informasi-informasi seputar tata kelola pemerintahan desa dan potensi-potensi desa, seperti potensi pariwisatanya untuk bisa dilihat tidak hanya oleh desa itu sendiri melainkan secara nasional, bahkan internasional.


Program lain yang tak kalah pentingnya yang akan di kembangkan oleh pemerintah desa Randupitu adalah program pengembangan potensi desa, dalam bentuk kegiatan desa wisata edukasi di  Pempes Community (Komunitas Pemuda Peduli Sampah).


Ditempat pengolahan sampah "PEMPES", dari sampah masyarakat, dan perusahaan samai saat ini sudah mempunyai 1.500 KK lebih pelanggan.  Semua prosesnya ditangani serba mesin. Sampah dipilah-pilah, selanjutnya  dimasukkan mesin sampah organik dan mesin pencacah plastik, sehingga tidak ada sampah yang tersisa. Dari hasil kedua sampah tersebut menghasilkan kompos dan bahan bakar alternatif sebagai ganti Batu Bara yang selama ini dibeli oleh pabrik. 


"Akan kami kembangkan Pempes Community menjadi edukasi wisata, apalagi pelanggan kita sudah 1.500 KK lebih. Bagaimana sampah ini menjadi destinasi wisata desa, mangkanya dalam waktu dekat ini kami akan undang semua perusahaan, bagaimana CSRnya."Terang Fuad.


Ia juga akan melakukan break down, menata ulang sektor-sektor lain ditempat sampah karena untuk pengolahan sampah di anggap sudah berhasil, tetapi perlu dikembangkan supaya bisa menjadi destinasi wisata.


"Saya sudah membuat setplennya, kita akan fokuskan juga di sampak sana, nantinya akan kita brekdown, disana kita akan ternak magot dan ikan lele, ini pas karena Maggot memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga bagus dikonsumsi ikan lele. Disinilah edukasi-edukasi itu. "Jelasnya.


Menurutnya dengan adanya program-progran tersebut, Desa Randupitu nantinya dapat berkembang terus , saling sharing dan membantu dalam mewujudkan pemerintahan desa dengan pelayanan terbaik dan terpadu terhadap masyarakat, dan juga tata kelola pemerintah yang lebih informatif, dan transparan, ”pungkasnya.(Syafi'i/yus).