Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Soal Poling 81 Persen Sepakat Dilanjutkan, ATUR : Keakuratan Poling Layak Diragukan




PASURUAN, pojok kiri
Sebuah poling yang menyebut 81 persen netizen sepakat proyek JLU Kota Pasuruan dilanjutkan, menuai sorotan. Pasalnya, poling yang dilakukan salah satu media cyber lokal tersebut, tidak mendasar. 

Karena dilakukan, terbatas hanya kepada segelintir orang. Sehingga, keakuratannya patutlah diragukan. 

Keraguan akan poling tersebut seperti yang diungkapkan Ayik Suhaya, koordinator Aliansi Transparansi untuk Rakyat (ATUR). Menurutnya, poling tersebut tidak mewakili masyarakat yang terdampak. Mengingat, sample yang diambil,  bukan warga yang jelas-jelas terdampak atas rencana program JLU Kota Pasuruan. 

Dasar inilah, yang membuatnya merasa ragu dengan keakuratan poling tersebut. Bahkan, Ayik memandang, ada upaya penggiringan opini yang dilakukan. 

"Entah niatnya apa. Tapi kami menduga, ada upaya untuk merekayasa dan penggiringan opini, kalau kesannya masyarakat setuju dengan kelanjutan JLU. Padahal, survey yang dilakukan, tidak mewakili warga yang terdampak," ungkapnya. 

Ia pun berharap, agar pihak yang melakukan survey ataupun poling bisa lebih kompeten. Yakni dengan melakukan survey terhadap masyarakat yang terdampak, satu persatu. 

Sehingga, keakuratannya survey yang dilakukan, bisa dipertanggungjawabkan. "Kalau seperti yang saat ini dilakukan, kesannya survey abal-abal. Ada indikasi rekayasa. Jadi, kalau benar-benar kompeten, turun langsung ke masyarakat. Tanyakan satu persatu mereka yang terdampak," papar dia. 

Senada diungkapkan anggota ATUR, Syaiful Arif. Lelaki yang juga Ketua EMBARA ini, memandang kalau survey yang dilakukan, harus bisa dipertanggungjawabkan. Tidak asal-asalan dan terkesan dibuat-buat. 

Kegiatan survey atau poling pun, harus dilakukan secara independen. "Harus dilakukan oleh tim independen. Agar benar-benar bisa mewakili suara masyarakat. Bukan sekedar poling yang bisa direkayasa," tandasnya.(yus)