Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Ribuan Penonton Nikmati  Pagelaran Turonggo Sakti Mayang Seto



Pasuruan Pojok Kiri
Turonggo Sakti Mayang Seto, kesenian Jaranan Asli Wong Pasuruan Pimpinan Ki Suwono Bawono asal Desa Carat Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan Mengadakan Pagelaran Seni Jaranan di area barat Punden Ronggo Wongso sesepuh babat alas desa Carat. Dusun Carat, Desa Carat Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, Rabo (16/8/2022) Sekaligus Santunan anak Yatim dan Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 Tahun. Mulai Siang sampai tengah malam.

Sebelum Acara Pagelaran Seni, menurut Ki Suwono Bawono, karena ini masih Wulan Suro atau bulan Muharam kami melakukan pemberian santunan terhadap  11 anak yatim dan piatu sekaligus acara syukuran, dalam hal ini tumpengan diawali dengan lantunan sholawat nabi.

“Dalam rangka Tasyakuran Suro, sekalian kita ambil malam ini karena momen 1 Muharram sekaligus tasakur atas kemerdekaan Republik Indonesia. " Ungkap Ki Suwono.

Masih menurut Ki Suwono, bahwasannya, " Di tahun 2022 ini kalau mengadakan kegiatan Suroan dan peringatan kemerdekaan suatu sejarah, karena di tahun 2022 peringatan hari kemerdekaan RI tepat di bulan Suro, Anak Yatim Riyayan, Negoro Yo Riyayan merdeko. " Tambahnya.


Saat ditemui awak media Pojok Kiri Ki Suwono Bawono melihat momen acara yang akan di lakukan ini merasa Hawanya sangat Berat.

" Tidak tau saat ini Hawanya kayaknya Berat, dalam artian energinya mudah - mudahan berjalan lancar " Ucapnya.

Selesai mengucapkan Ki Suwono Berangkat menuju Lokasi acara di dampingi para cantrik - cantrik Setianya.

Acara disiang hari di awali penampilan Giro dan Kepangan, para penjual jajanan, minuman dari UKM- UKM memadati di pinggir lokasi. Penonton sudah berdatangan, meski cuaca sangat terik, tepat 1,30. dilanjutkan lagi setelah sholat Ashar,  setelah break istirahat Sholat Maqrib dan Isya' lanjut Bari'an atau selamatan. Acara penampilan Senipun dilangsungkan, penampilan Para penari memeragakan tarian kuda Lumping 'Turonggo Sakti Mayang Seto' kali ini sangat meriah, ribuan penonton mendekati panggung, Area luas setara Stadion padat dengan penonton menikmati atraksi, 

Penonton terasa seperti terhipnotis menikmati dengan tertip tampilan semua crew turonggo Sakti Mayang Seto. Bahkan beberapa penari juga tampak mengalami kondisi magis sehingga tak sadarkan diri dan menari dengan sangat luwes sembari melakukan hal-hal ekstrim, bahkan penari juga tampak di cambuk pada tangannya namun seperti kebal.

Sesekali juga penari melakukan aksi yang terbilang cukup ekstrem dengan  melakukan aksi-aksi yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang dipilih oleh babarapa pawang. 

Ki Suwono Bawono selaku pemimpin pawang kerap kali mendekati pemain, tampak Ki Suwono menyalurkan energi kepada pemain.

Seorang tokoh masyarakat Desa Carat, menyebutkan kegiatan Jaranan Turonggo Sakti Mayang Seto sengaja digelar sebagai agenda rutin  kesenian budaya untuk memperingati perayaan Muharram 1444 H sekaligus santunan anak yatim. Menurutnya, jika pertunjukan kesenian Jaranan Turonggo Sakti Mayang Seto juga kerap digelar sebagai bentuk dari ritual untuk tolak bala.

Semakin malam tampilan semakin atraktif sehingga mempunyai daya tarik yang  bersifat menyenangkan, sehingga penonton dibuat senang dengan penampilannya, bahkan penonton tidak beranjak dari tempatnya. Padatnya penonton bisa dikatakan penampilan ini setara dengan penontonnya konser konser artis papan atas.


" Saya senang sekali melihat acara ini, dengan ini saya tau Seni Jaranan peningalan leluhur kita itu kayak apa, dan ini merupakan aset besar, harusnya pemkab melek moto keberadaan mereka. Bisa di lihat ribuan penonton sangat menikmati penampilan Turonggo Sakti Mayang Seto " Ucap Sugeng salah satu penonton.

Pagelaran Seni tradisional Turonggo Sakti Mayang Seto membawa berkah tersendiri bagi warga desa Carat, selain terhibur jajahan pedagang jadi laris manis, apalagi usaha parkiran yang di lakukan oleh Karangtaruna.

" Alkhamdulillah Pagelaran kali ini bisa membawa berkah untuk kami semua, karcis sampai jam 00,00 WIB sudah keluar 8 bendel, satu bendelnya 100, sudah 800 sepeda motor yang parkir di sini. Belum lagi yang di sana, satu Karcis parkir Rp. 10ribu. Alkhamdulillah membawa berkah. Bahkan sampian lihat sendiri penonton jam segini masih berdatangan." Ucap Gowir. (Fii/Yus)