Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Tak Terima Anaknya Dianiaya, Anjas Lapor Ke Polres Pasuruan


Kondisi punggung korban penuh luka bekas penganiayaan.


Pasuruan, Pojok Kiri
Kasus penganiayan adik kelas kembali terjadi di wilayah hukum Polres Pasuruan, kali ini menimpa putra Damaskus Harianja asal Bogor-Jawa Barat, siswa sekolah berasrama SMP-SMA Advent Purwodadi Kab.Pasuruan.

Menurut keterangan yang disampaikan orangtua korban (inisial PG), ia mendapatkan kabar dari anaknya setelah mendapat penyiksaan dan penganiayaan yang dilakukan oleh kakak kelasnya (siswa kelas 3 SMA).

"Dari pengakuan PG (korban penganiayaan), dirinya dijemput oleh seniornya yang duduk di kelas 3 SMA dari kamarnya, Senin malam sekitar pukul 23:00Wib. Kemudian dibawa kesuatu tempat (masih dalam lingkungan SMP-SMA Advent). Kemudian oleh para seniornya, ia dipukuli menggunakan ikat pinggang dan disuluti rokok pada sekujur badannya,"ucap Anjas orang tua PG.

Masih menurut Anjas, mendapati hal tersebut ia langsung bertolak dari Bogor ke sekolah anaknya dan benar didapati sekujur tubuh anaknya terdapat luka memar akibat sabetan ikat pinggang di punggung serta bekas sulutan rokok dibeberapa bagian tubuhnya. Sebagai orangtua, kami tidak menerimakan tindakan biadab ini. Kasus ini akan segera kami laporkan ke Polres Pasuruan untuk mendapatkan tindakan hukum lebih lanjut,"bebernya.

Saat ditanya sejumlah awak media terkait tindakan dari pihak sekolah dan pengurus asrama, oleh Damaskus Harinja diterangkan.


Gerbang SMP-SMA Advent Berasrama-Purwodadi tempat korban dianaiya seniornya.

" sebagai orang tua kami telah pengaduan soal penganiayaan dan penyiksaan yang dialami anaknya dengan langsung menghubungi pihak asrama untuk mengklarifikasi, terlebih kepada kepala sekolah SMA dan SMP.  Namun saat saya konfirmasi kepada Pak Hutabarat sebagai Kepala Sekolah SMA, Pak Petrus Wissa Kepala Sekolah SMP serta penjaga asrama Agus. Ketiga pejabat sekolah SMP-SMA Advent  tersebut terkesan menutupi kejadian itu,"terangnya Rabu siang (23/3/22).

Sementara saat pihak sekolah SMP-SMA Advent Berasrama - Purwodadi  dikonfirmasi sejumlah awak media. Pihak sekolah tidak menanggapi dan tidak ada keterangan resmi yang diberikan oleh baik pihak sekolah maupun pihak pengurus asrama.(hen)