PASURUAN, Pojok Kiri— Suasana semarak dan penuh kebersamaan mewarnai Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Pada Minggu (18/10/2026), Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Bulusari bekerja sama dengan Pemerintah Desa Bulusari sukses menggelar Pawai Hari Santri 2026 yang mengusung tema unik, yakni “Santri Tempoe Doeloe”.
Sebanyak 37 grup peserta dari berbagai kalangan antusias memadati rute kirab yang dimulai pukul 06.00 WIB dari depan Balai Dusun Pentongan dan berakhir di Lapangan Desa Bulusari. Peserta pawai terdiri dari santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), jamaah tahlil dan dibak, santri remaja masjid, hingga kelompok masyarakat umum.
Kegiatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 ini dibuka secara langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, bersama Kepala Desa Bulusari, Siti Nurhayati.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, pawai bertema "Santri Tempoe Doeloe" ini menjadi wujud nyata penerapan tema HSN tahun ini, yakni “Menguatkan Akar Tradisi dan Menjaga Keutuhan Negeri”.
“Semoga apa yang kita lakukan pada pagi hari ini, meskipun di bawah terik panas matahari yang luar biasa, dapat memberikan kita gambaran dan rasa bagaimana perjuangan para ulama, para syuhada, dan para santri terdahulu dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap Samsul.
Samsul juga mengingatkan kembali pentingnya peristiwa bersejarah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dicetuskan oleh para ulama. Semangat perjuangan tersebut menjadi pemicu pertempuran sengit 10 November 1945 di Surabaya yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Ia berharap kebersamaan warga Desa Bulusari ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun keharmonisan dan memperkuat kerukunan.
Rangkaian Acara, Santri Awards, dan Doorprize Mewah
Sementara itu, Kepala Desa Bulusari, Siti Nurhayati, menyampaikan rasa terima kasih dan bahagianya atas antusiasme warga yang tak surut sejak awal hingga akhir kegiatan.
Siti menceritakan bahwa puncak acara pawai ini didahului oleh serangkaian kegiatan keagamaan pada hari sebelumnya. "Rangkaian peringatan HSN di Bulusari telah berlangsung sejak hari sebelumnya melalui kegiatan khotmil Qur’an dan syukuran, sebelum mencapai puncaknya pada Kirap Santri ini," jelasnya.
Kemeriahan semakin terasa saat panitia menyerahkan penganugerahan Santri Awards 2026 bagi kategori lembaga TPQ dan Madin. Selain itu, sorak-sorai peserta pecah saat pengundian berbagai hadiah dan doorprize.
Panitia menyediakan beraneka hadiah menarik yang bersumber dari kontribusi pribadi untuk menyemarakkan acara, di antaranya:
1 unit Sepeda Listrik
3 unit Mesin Cuci
3 unit Lemari Es
1 unit Smartphone Android
5 unit Kipas Angin Berdiri
Ribuan hadiah hiburan menarik lainnya.
Inspirasi Kerukunan Desa
Pawai Hari Santri Bulusari 2026 bukan sekadar pawai atau pembagian hadiah semata. Lebih dari itu, acara ini berhasil menyampaikan pesan mendalam bahwa tradisi, persatuan, dan kerukunan warga harus terus dipelihara.
Melalui semangat "Santri Tempoe Doeloe", warga diajak untuk meneladani nilai-nilai ikhlas dan gigih dari para ulama serta santri terdahulu sebagai landasan membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan saling mendukung.
Samsul Hidayat pun berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar lebih meriah pada tahun 2027 mendatang.(Fii/yus,)
Jurnalis / Editor: Syafi'i
