Pasuruan, Pojok Kiri — Kedatangan Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo bersama Wakil Wali Kota H.Nawawi,Ketua DPRD Kota Pasuruan H. Thoyib,Pj Sekda juga sebagai Kadis Disperindag Lucki Danardono,Kabid Pasar dan UPT Pasar Besar ke kawasan Pasar Besar Kota Pasuruan menuai pertanyaan dari para pedagang yang terdampak relokasi.(22/9/2026)
Bukan sidak, bukan pula forum dialog. Agenda kunjungan tersebut dinilai tidak jelas, sementara persoalan pedagang yang direlokasi ke dalam pasar hingga kini masih membutuhkan solusi konkret.
Wali Kota bersama rombongan hanya terlihat berkeliling pasar. Sayangnya, tidak ada sesi tanya jawab maupun dialog terbuka dengan pedagang untuk mendengarkan langsung keluhan terkait sepinya pembeli, pendapatan yang menurun, maupun kondisi setelah relokasi.
Padahal, kehadiran orang nomor satu di Kota Pasuruan bersama jajaran terkait seharusnya bisa menjadi momentum untuk mendengar langsung suara pedagang dan mencari jalan keluar.
Sejumlah pedagang pun mempertanyakan, jika bukan untuk mendengar keluhan dan membahas solusi, sebenarnya agenda kunjungan tersebut untuk apa?
Pedagang tidak membutuhkan sekadar kunjungan dan melihat-lihat kondisi pasar. Mereka membutuhkan kepastian, dialog dan solusi nyata atas dampak kebijakan relokasi.
Persoalan ini juga menjadi ujian bagi Pemkot Pasuruan. Sebab, keberhasilan penataan pasar tidak hanya dapat dilihat dari kondisi kawasan yang lebih tertib dan bersih, tetapi juga dari bagaimana pemerintah memastikan pedagang tetap dapat menjalankan usahanya dan memperoleh penghasilan yang layak.
Jangan sampai pasar terlihat rapi, tetapi pedagangnya justru menjerit.
Kini publik menunggu langkah konkret Pemkot Pasuruan. Apakah akan ada forum dialog khusus dengan pedagang relokasi, atau persoalan ini kembali dibiarkan berjalan tanpa kejelasan?(Tri/yus)
POJOK KIRI — Mengawal Suara Rakyat, Menguji Kebijakan.
