Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Jersey Baru Persekap U-17 Diluncurkan, Misbakhun Tantang Pasuruan Cetak Pemain Profesional



Pasuruan , Pojok Kiri — Launching jersey Persekap U-17 Kota Pasuruan bukan sekadar seremoni. Momentum tersebut justru membuka kembali persoalan klasik sepak bola Kota Pasuruan: potensi pemain muda melimpah, tetapi fasilitas dan sistem pembinaan masih menjadi pekerjaan rumah.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Reses Ketua Komisi XI DPR RI, Sosialisasi dan Launching Jersey Persekap U-17, yang dihadiri Ketua Komisi XI DPR RI Dr. H. Muhammad Misbakhun, S.E., M.H., Wali Kota Pasuruan H. Adi Wibowo, S.T.P., Ketua DPRD Kota Pasuruan H. M. Toyib, jajaran Askot PSSI, pengurus Persekap, pelatih, wali murid dan para pemain U-17.(9/8/2026)

Misbakhun menegaskan dukungannya terhadap pembinaan Persekap U-17. Menurutnya, tim usia muda harus menjadi pintu masuk untuk melahirkan pemain profesional dari Kota Pasuruan.

“Target kita bukan hanya meraih kemenangan, tetapi melahirkan pemain profesional yang mampu membawa nama baik Kota Pasuruan.”

Ia meminta pemain serius meningkatkan kemampuan fisik, mental, disiplin dan semangat bertanding. Dukungan anggaran juga diberikan agar pemain dapat lebih fokus menjalani proses pembinaan.

Namun, dukungan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pengelola sepak bola Kota Pasuruan. Jangan sampai anggaran dan jersey hanya berhenti pada seremoni, tanpa menghasilkan pembinaan yang terukur dan prestasi nyata.

Wali Kota Akui Fasilitas Masih Terbatas

Wali Kota Pasuruan H. Adi Wibowo secara terbuka mengakui keterbatasan fasilitas olahraga di Kota Pasuruan.
Bahkan, ia mengungkapkan pada 2024 dirinya pernah ikut iuran untuk membantu kebutuhan tim ketika bertanding ke Banyuwangi dan Jember. Sementara daerah lain telah mampu menyediakan fasilitas penginapan bagi atlet.

Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan sepak bola masih menghadapi persoalan serius, bukan hanya soal pemain, tetapi juga fasilitas, anggaran dan sarana pendukung.

Pemkot menargetkan pengembangan lapangan sepak bola di kawasan Kelurahan Bukir serta membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui CSR, termasuk untuk membantu kebutuhan penerangan stadion.

Lampu Stadion Jadi Sorotan
Ketua DPRD Kota Pasuruan H. M. 
Toyib turut menyoroti fasilitas Stadion Untung Suropati.
Menurutnya, kondisi rumput sudah cukup layak, tetapi stadion masih memiliki kekurangan fasilitas, salah satunya lampu penerangan yang direncanakan masuk program tahun 2027.

Persoalan ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Sebab, atlet dituntut berprestasi, sementara fasilitas yang menjadi penunjang pembinaan belum sepenuhnya tersedia.

Di sisi lain, Wali Kota melihat pembangunan fasilitas olahraga sebagai investasi jangka panjang. Event olahraga berskala regional hingga nasional dinilai mampu menggerakkan UMKM, hotel dan sektor ekonomi lainnya.

“Tidak ada sesuatu yang membatasi kita selama kita ada semangat. Yang penting kita guyub rukun.”

Kini tantangannya jelas: Persekap U-17 tidak cukup hanya diberi jersey dan dukungan saat launching. Mereka membutuhkan pembinaan serius, kompetisi rutin, fasilitas layak dan jalur yang jelas menuju sepak bola profesional.

Jika semua pihak benar-benar berkomitmen, jersey baru ini bisa menjadi awal kebangkitan. Tetapi jika berhenti pada seremoni, maka jersey tersebut hanya akan menjadi simbol tanpa prestasi.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 21.15 WIB dan berlangsung aman, lancar serta kondusif.(Tri/yus)