Pasuruan, Pojok kiri – Semangat gotong royong kembali menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kota Pasuruan dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata.
Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pasuruan, perbaikan pavingisasi di kawasan RW 11 RT 01, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, mulai dikerjakan bersama warga demi memperbaiki akses menuju Makam Mbah Mancong yang selama bertahun-tahun rusak parah dan menjadi langganan banjir.(11/7/2026)
Pantauan di lokasi menunjukkan para pekerja bersama warga bahu-membahu membongkar paving lama yang ambles, meratakan permukaan jalan, serta memasang paving baru agar akses menuju makam menjadi lebih aman, bersih, dan nyaman dilalui masyarakat maupun peziarah.
Perbaikan tersebut mendapat apresiasi luas karena Makam Mbah Mancong merupakan salah satu destinasi religi yang setiap pelaksanaan haul selalu didatangi ribuan jamaah dari berbagai daerah. Selama ini, kondisi jalan yang rusak dan sering tergenang air menjadi keluhan utama para peziarah dan warga sekitar karena menimbulkan kesan kumuh serta mengganggu aktivitas.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan, Akung Novajanto, ST., MT., mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur lingkungan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Perbaikan paving di kawasan Makam Mbah Mancong merupakan bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman. Ini bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan para peziarah. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci keberhasilan pembangunan," ujar Akung Novajanto.
Meski menyambut baik dimulainya pekerjaan tersebut, warga berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada penggantian paving saja.
Menurut mereka, persoalan utama yang selama ini menyebabkan jalan cepat rusak adalah sistem drainase yang belum berfungsi secara optimal sehingga air hujan kerap menggenang di sekitar akses makam.
Salah seorang warga RW 11 menyampaikan bahwa pembangunan drainase harus menjadi prioritas agar hasil perbaikan paving dapat bertahan lama.
"Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Perkim yang sudah turun memperbaiki paving. Namun harapan kami tidak hanya paving yang diganti, saluran drainasenya juga harus menjadi perhatian. Kalau air tetap menggenang, paving yang baru pun lama-lama akan rusak lagi," ungkapnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Akung Novajanto menegaskan bahwa setiap masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Perkim.
"Harapan masyarakat tentu menjadi perhatian kami. Tujuan pembangunan bukan hanya memperbaiki fisik jalan, tetapi juga menghadirkan infrastruktur yang berkualitas dan berumur panjang. Kondisi drainase di lokasi akan kami evaluasi agar penanganannya dapat dilakukan secara lebih menyeluruh," tegasnya.
Perbaikan akses menuju Makam Mbah Mancong menjadi contoh bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh warga. Kini, masyarakat berharap pembangunan tidak berhenti pada pavingisasi semata, tetapi juga disertai pembenahan sistem drainase sehingga kawasan makam tetap bersih, bebas banjir, dan semakin layak menyambut ribuan jamaah yang hadir setiap pelaksanaan haul maupun peziarah yang datang setiap hari.(Tri/yus)
