Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Tindak Lanjut Perusahaan Kepulungan Didorong Kelola Sampah Bersama



Pasuruan, Pojok Kiri 
– Tindak lanjut perusahaan di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menjadi sorotan dalam upaya penguatan kolaborasi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Hal itu disampaikan usai pembahasan persoalan sampah yang menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Wujudkan Kolaborasi Antar Pihak bagi Perubahan Sosial dan Lingkungan” yang digelar di Balai Desa Kepulungan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Nurkholis, mempertanyakan tindak lanjut hasil diskusi yang melibatkan pemerintah desa, perusahaan, dan komunitas lingkungan.

Sekretaris Desa Kepulungan, Fahrudin, mengungkapkan bahwa langkah lanjutan menjadi hal penting agar pembahasan tidak berhenti pada forum diskusi semata.

“Tindak lanjutnya seperti apa? Terus grup itu apa sudah terbuat,” ujar Fahrudin, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kepulungan memiliki potensi besar untuk mendukung program pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui kemitraan dan dukungan program sosial perusahaan.

Fahrudin menjelaskan, salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan sistem pengelolaan sampah di wilayah yang mencakup tiga dusun, yakni Dusun Kajang 1, Dusun Kajang 2, dan Dusun Kabunan.
Dusun Kajang 1 dengan jumlah penduduk 615 jiwa diperkirakan menghasilkan sampah rumah tangga sekitar 12.915 kilogram per bulan. 
Sementara Dusun Kajang 2 yang dihuni 420 jiwa berpotensi menghasilkan 8.820 kilogram sampah per bulan.
Adapun Dusun Kabunan yang memiliki 747 jiwa penduduk diperkirakan menghasilkan sekitar 15.687 kilogram sampah rumah tangga setiap bulan.

Dengan total potensi sampah yang cukup besar tersebut, pemerintah desa berharap program pengelolaan sampah dapat memperoleh dukungan dari perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Kepulungan.

“Program ini diharapkan bisa mendapatkan support dari pabrik-pabrik yang ada di Kepulungan,” kata Fahrudin.

Fahrudin menyebut PT Coca-Cola menjadi salah satu pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap program lingkungan di desa tersebut. Perusahaan tersebut mendukung pendampingan yang dilakukan oleh Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) dalam pengembangan pengelolaan sampah masyarakat.

Selanjutnya, Pemerintah Desa Kepulungan mengundang FKPL untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat.

“Support anggarannya dari PT Coca-Cola, karena pihak Coca-Cola memang melihat potensi sampah ini seperti itu,” tuturnya.

Selain itu, wilayah Dusun Tamanan juga dinilai menunjukkan perkembangan positif melalui Program Sirsak yang didukung oleh Politeknik Negeri Jember (Polije). 

Pemerintah Desa Kepulungan berencana mengajak 18 perusahaan yang berada di wilayah desa untuk membangun kerja sama dalam pengelolaan limbah non-B3 yang masih memiliki nilai produktif.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem ekonomi sirkular di tingkat desa sekaligus mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, perusahaan, perguruan tinggi, dan komunitas lingkungan dinilai menjadi kunci keberhasilan program pengelolaan sampah berkelanjutan. 

Dengan adanya tindak lanjut yang jelas pasca-FGD, Desa Kepulungan berharap dapat membangun model pengelolaan lingkungan yang tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.(Syafi'i/Yus).