Pasuruan, Pojok Kiri
– Program BBM Universitas Negeri Malang (UM) resmi dimulai melalui kegiatan pembukaan yang berlangsung di Pendopo Balai Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya rangkaian program Belajar Bareng Mahasiswa (BBM) yang akan berlangsung hingga 2 Agustus 2026.
Acara pembukaan dihadiri oleh Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Koordinator Desa (Kordes), pemerintah desa, serta seluruh mahasiswa peserta BBM Universitas Negeri Malang yang akan menjalankan pengabdian di Desa Randupitu selama lebih dari satu bulan ke depan.
Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Dalam kegiatan pembukaan, para peserta menerima arahan mengenai teknis pelaksanaan program, mekanisme koordinasi dengan pemerintah desa, serta tata cara pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan selama masa pengabdian.
Dosen Pendamping Lapangan menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat serta menjalankan setiap program kerja secara terukur dan bermanfaat. Mahasiswa juga diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial yang ada sehingga program yang dilaksanakan dapat menjawab kebutuhan masyarakat setempat.
Selain itu, pembekalan tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh peserta mengenai target, tujuan, dan capaian yang ingin diwujudkan selama program BBM berlangsung.
Program BBM Universitas Negeri Malang dirancang untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang bersifat edukatif, inovatif, dan partisipatif. Beragam program tersebut akan melibatkan masyarakat secara langsung sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh berbagai kalangan.
Mahasiswa akan mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan melalui berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Randupitu.
Di sisi lain, mahasiswa juga memperoleh pengalaman nyata melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan dinamika kehidupan desa.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sosial, kepemimpinan, serta pemecahan masalah di lapangan. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon generasi penerus yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Pelaksanaan BBM Universitas Negeri Malang di Desa Randupitu diharapkan dapat mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat. Sinergi yang terbangun melalui kegiatan pengabdian ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berbasis kolaborasi.
Pemerintah desa menyambut baik kehadiran mahasiswa dan berharap seluruh program yang dijalankan dapat memberikan kontribusi positif bagi warga. Dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan selama masa pengabdian.
Dengan resmi dibukanya Program BBM Universitas Negeri Malang, mahasiswa kini memulai langkah nyata untuk berkarya dan berbagi ilmu di tengah masyarakat. Melalui semangat kolaborasi dan pengabdian, program yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026 tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sosial di tingkat desa.(Syafi'i/Yus).
