Pasuruan, Pojok Kiri
– KKN UWP dorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penguatan tata kelola lingkungan berkelanjutan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 Universitas Wijaya Putra di Pendopo Balai Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Kamis (18/06/2026).
Kegiatan bertema “Optimalisasi Pengembangan UMKM dan Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan” tersebut menghadirkan berbagai unsur masyarakat desa. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Randupitu beserta perangkat desa, Ketua BUMDes/Pempes, Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB), pelaku UMKM, Ketua RT/RW, dosen pendamping lapangan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN Universitas Wijaya Putra.
Program ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan sociopreneurship, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Randupitu menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN yang memilih desa tersebut sebagai lokasi pengabdian masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dapat memperkuat upaya pengembangan potensi ekonomi lokal sekaligus menjaga kualitas lingkungan hidup.
Ia menilai kehadiran mahasiswa mampu menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan UMKM maupun pengelolaan lingkungan yang lebih terencana. Pemerintah desa juga berharap hasil kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sementara itu, dosen pendamping lapangan menjelaskan bahwa penguatan sektor UMKM dan tata kelola lingkungan merupakan dua aspek penting yang saling mendukung dalam pembangunan desa berkelanjutan. Karena itu, edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkesinambungan agar dampaknya dapat dirasakan secara nyata.
Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai strategi pengembangan usaha, pemasaran produk, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan kelembagaan kelompok usaha. Peserta juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya inovasi produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Selain itu, mahasiswa mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan desa. Materi tersebut mencakup pengurangan sampah, pemanfaatan limbah yang bernilai ekonomi, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan masukan dari peserta. Antusiasme masyarakat menunjukkan tingginya perhatian terhadap pengembangan UMKM dan upaya menciptakan lingkungan yang sehat serta berkelanjutan.
Ketua Kelompok KKN Universitas Wijaya Putra berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi lahirnya inovasi dan kolaborasi yang lebih luas antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi. Menurutnya, sinergi tersebut dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN Universitas Wijaya Putra 2026 berupaya memberikan kontribusi nyata bagi Desa Randupitu. Program tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya desa yang mandiri, produktif, serta memiliki komitmen kuat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.(Syafi'i/Yus).
