Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Kadis DLH Tertarik Kandang Kambing BUMDes Kepulungan



Pasuruan, Pojok Kiri 
– Kadis DLH tertarik dengan pengelolaan kandang kambing milik BUMDes Pulung Asri saat melakukan kunjungan di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Kamis (18/6/2026). Di sela agenda menindaklanjuti hasil diskusi bersama perusahaan-perusahaan di Desa Kepulungan terkait penguatan kolaborasi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Nurkholis, menyempatkan diri melihat langsung aktivitas peternakan yang dikelola BUMDes tersebut.

Kunjungan itu berlangsung secara sederhana. Saat tiba di Desa Kepulungan, Nurkholis bertemu dengan Sekretaris Desa Kepulungan, Fahruddin, yang saat itu berada di kandang kambing milik BUMDes Pulung Asri di Dusun Kabunan. Pertemuan tersebut kemudian berlanjut dengan peninjauan langsung ke area peternakan.

Fahruddin menjelaskan bahwa tujuan awal kedatangan Kadis DLH sebenarnya untuk berkoordinasi terkait tindak lanjut hasil kegiatan yang melibatkan sejumlah perusahaan di wilayah Desa Kepulungan.

“Tujuan Kadis DLH ke Balai Desa Kepulungan sebenarnya ingin berkoordinasi dengan saya atau Pak Kades mengenai sejauh mana hasil tindak lanjut setelah kegiatan bersama perusahaan-perusahaan di Desa Kepulungan dalam upaya penguatan kolaborasi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat,” ujar Fahruddin.

Saat berada di lokasi, perhatian Nurkholis justru tertuju pada sistem pengelolaan peternakan kambing yang diterapkan oleh BUMDes Pulung Asri. Ia menilai kandang tersebut memiliki manajemen yang baik, terutama dalam pengelolaan pakan dan kebersihan lingkungan.

Menurut Fahruddin, Kadis DLH mengamati bahwa area kandang terlihat bersih, tidak menimbulkan bau menyengat, serta tidak menghasilkan tumpukan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan. Kondisi tersebut berbeda dengan stigma umum mengenai peternakan kambing yang sering dikaitkan dengan bau dan limbah.

Ketertarikan Nurkholis semakin besar setelah mengetahui bahwa rumput yang digunakan sebagai pakan terlebih dahulu digiling sebelum diberikan kepada ternak. Metode tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi pakan sekaligus menjaga kebersihan area peternakan.

“Beliau sangat tertarik dengan manajemen pakan yang kami lakukan. Tidak ada sampah dan tidak menimbulkan bau. Bahkan beliau juga tertarik karena rumput sebelum diberikan kepada kambing digiling terlebih dahulu,” kata Fahruddin.

Ia menambahkan bahwa Kadis DLH bahkan menyampaikan keinginan untuk mempelajari dan menjadikan sistem tersebut sebagai contoh praktik pengelolaan peternakan yang ramah lingkungan.

BUMDes Pulung Asri mengembangkan usaha peternakan kambing sebagai bagian dari program ketahanan pangan berbasis desa. Kegiatan tersebut dipusatkan di kandang yang berada di Dusun Kabunan dan menjadi salah satu unit usaha unggulan yang saat ini terus berkembang.

Fahrudin Salim menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 72 ekor kambing yang dipelihara. Jumlah tersebut terdiri dari 43 ekor kambing jenis Gibas dan 29 ekor kambing Peranakan Etawa (PE).

“Ada dua jenis kambing yang kami budidayakan, yaitu kambing Gibas sebanyak 43 ekor dan kambing Peranakan Etawa sebanyak 29 ekor. Jadi total keseluruhannya ada 72 ekor,” ujarnya.

Menurutnya, peternakan kambing dipilih karena memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan serta relatif mudah dikembangkan oleh masyarakat. Selain itu, kebutuhan pasar terhadap kambing juga cukup stabil sehingga berpotensi memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

Untuk mendukung pertumbuhan ternak, pengelola memanfaatkan rumput dan pakan organik berupa kangkung kering. Penggunaan pakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas ternak sekaligus mendukung konsep peternakan yang efisien dan berkelanjutan.

“Untuk pakan, kami menggunakan rumput dan pakan organik jenis kangkung kering. Kami berupaya menjaga kualitas pakan agar pertumbuhan ternak bisa optimal,” terangnya.

Pengelolaan peternakan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebersihan kandang, kesehatan ternak, dan tata kelola usaha yang berorientasi pada keberlanjutan. Pemerintah Desa Kepulungan berharap keberadaan BUMDes Pulung Asri tidak hanya berfungsi sebagai unit usaha desa, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi antara penguatan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Fahrudin menegaskan bahwa program tersebut memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan keuntungan usaha. Pemerintah desa ingin menciptakan peluang kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan.

“Harapan kami, program ini tidak hanya menjadi upaya menjaga ketahanan pangan desa, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menjadikan BUMDesa Pulung Asri sebagai salah satu penggerak ekonomi Desa Kepulungan ke depan,” pungkasnya.

Kunjungan Kadis DLH ke kandang kambing BUMDes Pulung Asri menunjukkan bahwa praktik peternakan yang bersih dan terkelola baik dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Model pengelolaan tersebut berpotensi menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan ketahanan pangan sekaligus menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan.(Syafi'i/Yus).