Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

20 Tahun Pedagang Pasar Karangketug Terlantar, Wagub LIRA Jatim Semprot Pemkot: Jangan Hanya Datang, Duduk, Duit!”



PASURUAN , Pojok kiri – Kondisi memprihatinkan pedagang kecil di Pasar Karangketug, Kota Pasuruan, kembali menjadi sorotan tajam. Wakil Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur, Ayik Suhaya, SH, melakukan inspeksi mendadak dan menemukan fakta bahwa sejumlah pedagang yang telah puluhan tahun menggantungkan hidup di pasar tersebut masih harus berjualan dengan fasilitas yang jauh dari layak.

Ayik menilai kondisi tersebut sebagai bentuk lemahnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil yang menjadi penggerak ekonomi pasar. Para pedagang bukan pendatang baru, melainkan warga yang sudah bertahun-tahun berkontribusi menjaga roda perekonomian Pasar Karangketug tetap berjalan.
“Ini bukan persoalan pedagang baru atau pedagang liar. Mereka adalah pedagang pasar yang sudah puluhan tahun mencari nafkah. Ada yang 20 tahun berjualan, tetapi sampai sekarang masih dibiarkan berhadapan dengan panas, hujan, dan kondisi lapak yang tidak manusiawi,” tegas Ayik.

Dalam sidaknya, Ayik mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota Pasuruan dalam memberikan fasilitas yang layak. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya melakukan penataan atau penertiban, sementara kebutuhan dasar para pedagang untuk mendapatkan tempat usaha yang aman dan nyaman justru diabaikan.
“Pemerintah jangan hanya melihat pasar dari sisi administrasi dan aturan. Lihat manusia yang ada di dalamnya. Mereka punya keluarga, mereka mencari makan dari tempat ini. Masa setelah 20 tahun masih seperti ini?” kritiknya.

Ayik juga melontarkan peringatan keras kepada jajaran pejabat terkait, mulai dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), hingga pengelola pasar.

“Kalau tidak mampu menyelesaikan persoalan ini, silakan turun. Jangan menjadi pejabat yang hanya 3D: Datang, Duduk, Duit. Rakyat tidak butuh seremoni, rakyat butuh tindakan nyata,” ujarnya.

Menurut Ayik, kondisi pasar yang masih semrawut dan minim fasilitas bukan hanya merugikan pedagang, tetapi juga mencoreng wajah Kota Pasuruan. Pemerintah seharusnya hadir menyediakan lapak yang representatif agar pedagang bisa berjualan dengan aman, tertib, dan tidak terus berada dalam situasi yang memprihatinkan.

“Jangan jadikan pedagang kecil sebagai objek penertiban. Mereka harus menjadi prioritas pelayanan. Berikan tempat yang layak, bukan dibiarkan bertahun-tahun menunggu tanpa kepastian,” tandasnya.

Sidak Wagub LIRA Jatim ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah agar tidak menutup mata terhadap kondisi pedagang Pasar Karangketug. Sebab, pembangunan kota tidak hanya diukur dari gedung megah dan proyek besar, tetapi juga dari bagaimana pemerintah memperlakukan masyarakat kecil yang setiap hari menghidupkan ekonomi daerah.(Tri/yus)