Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

TAMAN RELIGI MEKKAH PASURUAN DIDUGA JADI MONUMEN PEMBOROSAN, WALIKOTA DITANTANG SELAMATKAN UANG RAKYAT



Pasuruan, Pojok kiri – Polemik pemanfaatan Taman Tematik Religi Mekkah di Kota Pasuruan terus bergulir. Proyek yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tersebut kini menjadi sorotan publik lantaran dinilai belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, khususnya warga di sekitar lokasi.

Ketua Umum LSM AGTIB, Samsul Arifin, mendesak Wali Kota Pasuruan untuk segera turun tangan dan menghadirkan solusi nyata agar aset daerah tersebut tidak terus-menerus menjadi simbol pemborosan anggaran.

«"Wali Kota harus hadir memberikan jalan keluar. Jangan sampai bangunan megah yang dibiayai uang rakyat ini hanya menjadi pajangan tanpa manfaat yang jelas," tegas Samsul, Kamis (30/4/2026).»

Menurutnya, Pemerintah Kota Pasuruan perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsep pengelolaan dan pemanfaatan taman tersebut. Langkah konkret dinilai mendesak, mulai dari penyusunan program kegiatan rutin, pemberdayaan pelaku UMKM lokal, hingga menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas keagamaan, sosial, dan ekonomi masyarakat.

Samsul menilai, tanpa terobosan yang serius, Taman Tematik Religi Mekkah berpotensi terus menjadi beban APBD, alih-alih menjadi aset produktif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

«"Jangan hanya berhenti pada pembangunan fisik. Yang lebih penting adalah bagaimana aset ini hidup, ramai, dan memberi manfaat langsung bagi warga," ujarnya.»

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat berhak memperoleh penjelasan terbuka mengenai strategi pemerintah dalam mengoptimalkan fasilitas yang telah menghabiskan anggaran besar tersebut.

Selain itu, Samsul meminta agar Pemerintah Kota melibatkan masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha, dan komunitas lokal dalam merumuskan konsep revitalisasi kawasan. Dengan demikian, taman tersebut dapat berkembang sesuai kebutuhan dan aspirasi warga.

«"Kalau dikelola dengan serius, tempat ini sebenarnya punya potensi besar. Tinggal ada kemauan politik dan langkah nyata dari pemerintah daerah," katanya.»

AGTIB menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga Taman Tematik Religi Mekkah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan sekadar menjadi proyek mercusuar yang kehilangan arah.

Kini, bola ada di tangan Pemerintah Kota Pasuruan. Publik menantikan keberanian Wali Kota untuk menjawab kritik dengan aksi nyata, bukan sekadar retorika.(Tri/yus)