Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Merasa Terpanggil Akan Nasib Warganya Yang Di Pecat, Kades Gempol Ngeluruk Pabrik



Pasuruan, Pojok Kiri 
Kasus dugaan pemecatan sepihak terhadap beberapa tenaga outsourcing di lingkungan PT Samiplast kembali mencuat, Sejumlah karyawan warga desa Gempol mengaku kehilangan pekerjaan. Merasa punya kepala desa mereka mengadukan nasibnya pada kepala desa Gempol kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan.

Menindak lanjuti adas aduan warganya, kades Gempol Achmad Dwi Setiyono bersama perwakilan tokoh masyarakat dan pekerja yang nasibnya kurang beruntung, kamis (2/4/2026) Ngeluruk PT. Mitra Jua Abadi (MJA) di area PT. Samiplast yang dinilai bertindak sewenang-wenang dalam proses perekrutan keluar masuk karyawan. Sehingga mereka menuntut PT. Samiplast menghentikan kerja sama dengan perusahaan outsourcing (MJA).
"Sebelum ini pernah dari pihak outsourcing MJA mengeluarkan 6 karyawan yang bekerja di PT, Samiplast, itu warga saya, apalagi cara memecatnya tanpa alasan yang jelas, yaa aku buat rame, akhirnya bisa bekerja kembali dengan kesepakatan, "ujar Kades Gempol Achmad Dwi Mulyono pada awak media Pojok Kiri usai meluruk perusahaan.

Kini, kejadian itu terulang lagi, pihak PT. MJA mengeluarkan 4 karyawan. Sehingga Dwi menganggap, pihak Outsourcing sudah mengingkari janjinya, jika ada warganya yang akan di keluarkan dari pabrik, pihak desa dalam hal ini kepala desa akan di ajak koordinasi. Sehingga menyulut emosi Kades Gempol. 

Ia meminta kepada pihak PT. Samiplast melakukan pemutusan kerjasama dengan PT. MJA, karena sudah tidak bisa diajak koordinasi.

"Dengan kejadian ini, Saya merasa di khianati. Harusnya jangan main pecat, kasian, mereka cari makan buat keluarganya. Minimal pihak outsourcing ke saya, bagaimana petunjuknya. Berarti ini kan main-main. Mangkanya tadi saya meminta pada pihak PT. Samiplast putus kerjasama dengan MJA, cari outsourcing yang lain saja. Karna kalau tetap outsourcing yang ini, bakal timbul masalah terus, saya tidak mau itu, desaku khususnya pabrik-pabrik yang ada disini harus berjalan kondusif,"pungkasnya. (Syafi'i/Yus).