PASURUAN, PojokKiri.com — Dinamika mengejutkan terjadi di pucuk pimpinan birokrasi Pemerintah Kota Pasuruan. Wali Kota Pasuruan, H. Adi Wibowo, S.T.P., M.Si (Mas Adi), resmi menggeser Rudiyanto, AP, MM dari kursi Sekretaris Daerah (Sekda) yang telah didudukinya selama lima tahun terakhir.
Melalui prosesi pelantikan di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kamis (30/04/2026), Rudiyanto kini "turun gunung" menempati pos baru sebagai Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Sumber Daya Manusia.
Pencopotan Rudiyanto yang telah menjabat Sekda definitif sejak Juni 2021 ini memicu spekulasi hangat di kalangan publik. Banyak yang mempertanyakan apakah langkah ini murni penyegaran organisasi berbasis meritokrasi (prestasi), ataukah sebuah bentuk punishment (hukuman) administratif.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Adi Wibowo menepis isu miring. Ia menegaskan bahwa pergeseran jabatan di lingkungan Pemkot Pasuruan adalah hal wajar untuk menjaga napas organisasi agar tetap produktif.
"Semua proses penempatan jabatan telah melalui mekanisme yang berlaku. Khusus untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, kami melibatkan uji kompetensi oleh Panitia Seleksi (Pansel) Independen. Jika sistem di BKN tidak menyetujui, maka proses tidak bisa dilanjutkan. Ini murni prosedur transparan," tegas Mas Adi.
Terkait posisi baru Rudiyanto sebagai Staf Ahli, Mas Adi mengingatkan bahwa esensi seorang abdi negara adalah kesiapan ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan daerah. Ia secara implisit menekankan bahwa jabatan baru ini tetap menuntut profesionalitas tinggi.
“Setiap ASN harus siap ditempatkan di posisi mana pun. Saya rasa (mutasi) ini bukan alasan untuk menurunkan kinerja,” imbuh Wali Kota.
Kekosongan kursi nomor satu di jajaran ASN ini akan segera diisi melalui mekanisme seleksi terbuka (open bidding). Menariknya, Mas Adi memberikan sinyal bahwa calon Sekda baru tidak harus berasal dari internal Pemkot Pasuruan.
“Siapa saja nanti yang melamar menjadi Sekda di sini, monggo (silakan). Kami buka kesempatan seluas-luasnya bagi yang memenuhi prasyarat,” tandasnya.
Selain jabatan Sekda, terdapat lima pejabat eselon II lainnya yang juga digeser dalam gelombang ini. Namun, Mas Adi menyebut ini barulah tahap awal. Ia memastikan akan ada gelombang mutasi lanjutan untuk mengisi kursi-kursi kosong dan mengoptimalkan roda pemerintahan di sisa masa jabatannya.
Kini, publik menunggu siapa sosok yang akan menggantikan Rudiyanto untuk mengawal visi misi pembangunan Mas Adi di Kota Pasuruan. (Tri/Yus)
