Pasuruan, Pojok Kiri
Warga Randupitu digemparkan oleh penemuan situs diduga peninggalan zaman Megalitikum. Situs berupa watu dakon yang tiba-tiba nampak di atas tanah itu ditemukan di wilayah Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Awalnya, Supii, salah satu warga dusun Babat desa Randupitu yang tak sengaja saat melakukan pencarian untuk menangkap burung perkutut di malam hari (mikat). Biasa, dengan bermodal senter, Supii keliling kampung mencari pohon-pohon tempat bertenggernya burung perkutut.
Saat melakukan pencarian di pekarangan pohon jati, Entah mengapa senter yang ia bawa, mengarah ke sebuah batu ceper. Sontak Supii heran melihat bentuk batu tersebut, karena di atas batu warna hitam terdapat lubang atau cekungan semacam mainan dakon atau congklak. Keheranan ini akhirnya di laporkan pada perangkat desa.
" Pas tengah malam, saya biasa cari burung perkutut, lumayan hasilnya bisa saya jual untuk tambahan ekonomi, ngak nemu burung, malah Nemu watu dakon, "ujar Supii pada awak media Pojok kiri, kamis (5/3/2026) usai menunkukkan tempat penemuannya.
Batu tersebut bertengger di bawa pohon jati kawasan lahan kebon jati bekas pabrik gula Arjosari dusun Babat, desa Randupitu yang menjadi cikal bakal sejarah desa Randupitu.
Berita temuan situs watu dakon tersebut tak elak menjadi geger warga, sehingga ada warga yang lain memberikan informasi bahwa di pesawahan lingkungan pager gunung juga ada benda yang sama.
Untuk memastikan kebenarannya awak media Pojok Kiri di ajak Supii melihat langsung kondisi watu dakon di lokasi. Melewati pematang sawah yang cukup jauh, ternyata situs watu dakon ini bertengger di tengah tengah hamparan sawah.
Bentuknya hampir sama, namun jenis batunya beda, warnah batunya kemerah-merahan, beda dengan yang ada di dusun Babat, warnanya hitam.
Ada dua pendapat yang berkembang mengenai asal usul situs Watu Dakon. Pertama dimungkinkan dibuat dan digunakan pada saat megalitikum kemudian terus digunakan pada masa peradaban selanjutnya dan pendapat kedua dibuat pada masa peradaban selanjutnya karena di situ ada tempat yang sakral.
Kesakralan ini bisa juga masuk akal, karena watu dakon yang ada di dusun Babat kalau di tarik lurus ke Utara masih dekat dengan watu Paseban yang ada di dusun Kedanten (asal kata Kedaton). Dan kalau di tarik lurus ke barat, ada candi Keboireng. Sedangkan watu dakon yang ada di lingkungan pager gunung dusun Randupitu kalau di tarik Lurus ke barat ada Candi Betas, dan kalau di tarik ke selatan ada batu kursi , di tengah sawah dusun Waru.
Ada pendapat Watu Dakon berasal dari zaman megalitikum karena orang-orang di masa itu menggunakan batu untuk berbagai keperluan dalam kehidupannya. Mulai dari untuk keperluan sehari-hari sampai pada acara ritual spiritual.
Supii berharap nantinya situs Watu Dakon tersebut bisa segera diamankan oleh pemerintah desa. Menurutnya, saat ini situs tersebut harus mulai dijaga dan dirawat, karena di khawatirkan ada tangan-tangan yang jail. (Syafi'i/yus).
