Pasuruan, Pojok Kiri
Aktivitas PT. (GIM) GUDANG INDONESIA MANDIRI yang berlokasi di tepi jalan Raya Apollo - Bulusari tepatnya di Dusun Legupit Desa KarangRejo kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan di keluhkan warga.
Pabrik yang sudah beroperasi sekitar satu tahun lebih ini menimbulkan kebisingan yang bersumber dari mobil thermo (mobil kulkas) dan proses bongkar muat ikan tuna. Suara dengungan mobil thermo dan proses pengemasan ikan tuna terdengar sangat keras hingga ke pemukiman warga.
Menurut narasumber tokoh masyarakat dusun Legupit yang bisa di percaya, warga yang tinggal di sekitar lokasi pabrik, setiap hari mereka merasa sangat terganggu dan tidak nyaman oleh suara bising dari aktifitas pabrik tersebut.
Ia menyampaikan kalau aktifitas perusahaan tersebut rata-rata memakai mobil thermo (mobil kulkas). Akibatnya dengungan yang di timbulkan membuat warga yang dekat dengan perusahaan merasa sangat terganggu,
"24 jam, terdengar suara ndengung, apalagi kalau malam. Warga merasa sangat terganggu, "Tuturnya.
Lebih parahlagi, menurut dia, Gedung CS yang berdekatan dengan pemukiman, yaitu gedung Cold Storage yang menyimpan ikan Tuna PT. ATI, di CS 10 dan 11. Di tempat ini ikan tuna kwalitas super, seperti Ikan tuna Albakor (Berukuran Besar) di masukkan fishbox (keranjang ikan) yang terbuat dari besi.
Saat memasukkan ke fishbox menimmbulkan suara sangat bising, "duang-duang-duang-duang-duang". Ikan jenis albakor yang sudah "froozenan" atau frozen (beku) karena harus di kasi pemadatan getaran oleh kendaraan Forklift. Di sinilah timbul kebisingan yang sangat luar biasa kerasnya, dan di perparah dengan dengungan mobil container thermo pengangkut ikan tersebut yang terparkir berdekatan dengan pemukiman warga.
Aktifitas ini sering kali dilakukan saat warga nyenyak-nyeyaknya tidur. Mulai pagi sampai sore hari bahkan seringkali sampai malam hari melebihi pukul 22:00 Yang mana Dampaknya kesehatan warga sangat-sangat terganggu, seperti gangguan tidur, stres, gangguan kognitif, dan potensi risiko kardiovaskular.
Warga berharap pihak perusahan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan kebisingan yang terjadi, sehingga tak terus menggangu warga yang ingin beristirahat. Jika hal ini tidak di gubris, warga ancam lakukan demo besar-besaran.
"Sebenarnya warga sudah menahan diri sangat lama mengenai kebisingan yg disebabkan aktivitas operasional & bongkarmuat ikan di perusahaan tersebut, namun sampai satu tahun lebih operasional berjalan diperusahaan tersebut tidak ada kompensasi baik ke warga terdampak maupun ke lingkungan, dan sudah sangat keterlaluan terjadi pembiaran, bahkan dari perwakilan management perusahaan PT. GIM pun tidak ada yg menggubris sama sekali terkait hal itu, jikalau sampai lebaran tahun ini tidak segera menemui titik terang dan tak terealisasi perihal kompensasi, warga akan demo besar-besaran, "ujar narasumber pada awak media Pojok kiri, kamis (5/3/2024). (Syafi'i/Yus).
