Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Aktifitas PT. GIM Timbulkan Kebisingan, Warga Legupit Ancam Demo



Pasuruan, Pojok Kiri
Aktivitas PT. (GIM) GUDANG INDONESIA MANDIRI yang berlokasi di tepi jalan Raya Bulusari tepatnya di dusun Legupit Desa KarangRejo kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan di keluhkan warga. 

Pabrik yang sudah beroperasi sekitar satu tahun ini menimbulkan kebisingan yang bersumber dari mobil termo (mobil kulkas) dan proses kemas ikan tuna. Suara dengungan mobil kulkas dan proses pengemasan ikan tuna terdengar hingga ke pemukiman warga.  

Menurut narasumber tokoh masyarakat dususn Legupit yang bisa di percaya, warga yang tinggal di sekitar lokasi pabrik, setiap hari mereka merasa terganggu dan tidak nyaman oleh suara bising dari aktifitas pabrik tersebut.

Ia menyampaikan kalau aktifitas perusahaan tersebut rata-rata memakai mobil termo (mobil kulkas). Akibatnya dengungan yang di timbulkan membuat warga yang dekat dengan perusahaan merasa terganggu, 

"24 jam, terdengar suara ndengung, apalagi kalau malam. Warga merasa terganggu."Tuturnya.

Lebih parahlagi, menurut dia, Gedung CS yang berdekatan dengan pemukiman, yaitu gedung CS-nya ATI, CS 11 dan 12. Di tempat ini ikan tuna kwalitas super Ikan tuna Albakor di masukkan freezer box. Saat memasukkan ke-freezer box timbulkan suara sangat bising, "duang-duang-duang. Ikan jenis albakor yang sudah "projenan" atau frozen (beku) karena harus di kasi pemadatan getaran oleh kendaraan Forklift. Di sinilah timbul kebisingan yang sangat keras, dan di perparah dengan dengungan mobil kulkas. 

Aktifitas ini sering kali dilakukan saat warga nyenyak-nyeyaknya tidur. Dampaknya kesehatan warga terganggu, seperti gangguan tidur, stres, gangguan kognitif, dan potensi risiko kardiovaskular. 

Warga berharap pihak perusahan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan kebisingan yang terjadi, sehingga tak terus menggangu warga yang ingin beristirahat. Jika hal ini tidak di gubris, warga ancam lakukan demi besar-besaran. 

"Sebenarnya warga sudah ngak sabar, namun kalau keterlaluan, apalagi pihak perusahaan tidak memberikan kompensasi sama-sekali, warga akan demo besar-besaran, "ujar narasumber pada awak media Pojok kiri, kamis (5/3/2024).. (Syafi'i/Yus).