PASURUAN, Pojok kiri Menjelang musim mudik Lebaran tahun 2026, Satlantas Polres Pasuruan semakin masif melakukan langkah preventif guna menekan angka kecelakaan lalu lintas. Pagi ini, Unit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan menyambangi PT Mega Marin Pride di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, untuk memberikan edukasi Safety Riding kepada ribuan karyawan, Kamis (5/2).
Kegiatan ini menjadi sangat krusial mengingat PT Mega Marin Pride merupakan salah satu perusahaan dengan mobilitas tinggi, yang mempekerjakan sekitar 2.000 personel karyawan.
Suasana di lokasi penyuluhan tampak berbeda. Sebanyak 2.000 karyawan terlihat sangat antusias menyimak pemaparan dari Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan, Aipda Arifian. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, Aipda Arifian berhasil membawa audiens "terhanyut" dalam materi yang disampaikan.
Materi yang disajikan bukan sekadar teori dasar, melainkan fokus pada ancaman nyata di jalan raya, seperti Aquaplaning: Bahaya ban kehilangan traksi saat melewati genangan air. Blind Spot: Memahami titik buta kendaraan besar agar terhindar dari tabrakan. Microsleep: Bahaya tertidur lelap dalam hitungan detik saat berkendara yang sering menjadi pemicu kecelakaan fatal.
"Kami ingin para pengendara, khususnya karyawan yang setiap hari menempuh perjalanan kerja, memiliki pemahaman mendalam tentang cara berkendara yang benar. Bukan hanya soal surat-surat, tapi soal teknis keselamatan di lapangan," ujar Aipda Arifian di sela-sela pemaparan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan Operasi Ketupat 2026. Satlantas Polres Pasuruan menargetkan penurunan tingkat fatalitas kecelakaan di wilayah hukum mereka, terutama di titik-titik rawan laka.
"Kegiatan ini kami laksanakan dalam rangka kesiapan menjelang mudik Lebaran 2026. Tujuannya jelas, yakni pencegahan dini untuk mengurangi fatalitas kecelakaan lalu lintas. Kami ingin masyarakat berangkat selamat, kerja sehat, dan nanti saat mudik bisa berkumpul dengan keluarga dalam kondisi utuh," tambahnya.
Melalui sosialisasi yang menyasar sektor industri ini, diharapkan para karyawan dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas (pioneer of safety) baik bagi rekan kerja maupun keluarga di rumah.(Hum/yus)
