Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Pemdes Gempol Bangun Pendopo Kantor Desa Secara Swadaya



Pasuruan, Pojok Kiri 
Pembangunan pendopo desa atau balai desa dengan anggaran swadaya merupakan wujud nyata gotong royong dan kepemimpinan kreatif kepala desa (kades). Metode ini seringkali dipilih untuk membangun fasilitas yang representatif tanpa bergantung pada Dana Desa (DD) yang penggunaannya terbatas untuk infrastruktur dasar, bukan kantor desa. 

Semangat kebersamaan dan rasa memiliki yang cukup tinggi ditunjukkan oleh masyarakat dan pemerintah desa Gempol kecamatan Gempol, kabupaten Pasuruan. Hal ini terlihat dari proses pembangunan pendopo kantor desa Gempol yang dibangun secara swadaya murni dari masyarakat. 


Desa Gempol merupakan wilayah strategis di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang dikenal sebagai salah satu pintu gerbang utama kabupaten. Lokasinya menjadi penghubung penting, terutama dengan adanya akses jalan tol Surabaya–Gempol. 

Tak ayal, Desa Gempol harus bisa jadi Wajah kabupaten Pasuruan sehingga kantor desa pun harus terlihat lebih baik dan merik perhatian masyarakat. 

Didorong oleh rasa keinginan yang sangat kuat untuk memiliki pendopo kantor desa
yang lebih representatif, maka kepala desa Gempol, Akhmad Dwi Setiyono mengajak warganya untuk bahu membahu dan bekerjasama mewujudkan mimpi tersebut.  

Akhmad Dwi Setiyono saat ditemui awak media ini pada hari Selasa (3/2/2026) mengatakan, bahwa pembangunan pendopo desa ini murni secara swadaya dari masyarakat serta bantuan dari pihak lain yang tidak mengikat. Karena sebagaimana di ketahui bahwa penggunaan DD maupun ADD sudah ditetapkan regulasinya dan tidak diperbolehkan untuk pembangunan kantor maupun pendopo desa, karena desa Gempol belum mencapai status desa Mandiri, sehingga satu- satunya jalan untuk mewujudkan mimpi memiliki pendopo yang representatif adalah dengan jalan swadaya. Makanya pembangunannya terkesan agak lama karena memang sumber pendanaannya secara swadaya serta bantuan dari pihak lain, dan yang jelas pembangunan pendopo kantor desa ini tidak menggunakan anggaran APBDes.

"Pendopo ini murni swadaya, kita tidak memakai anggaran pemerintah, dan alkhamdulillah Pendoponya selesai, tinggal kita lanjutkan nantik pelatarannya, akan kita paving, dan sebelah barat ada gasebonya, sehingga nantik tampak representatif, "ujar Dwi. 

Ditambahkan olehnya, bahwa dirinya sangat menyayangkan apabila ada pihak-pihak yang mempermasalahkan pembangunan pendopo ini, ada yang mengatakan pembangunan pendopo desa Gempol sarat korupsi, padahal anggaranya murni swadaya, bahkan banyak memakai uang pribadinya.

Senada dengan Dwi, salah seorang warga Desa Gempol mengatakan kepada wartawan
Pojok Kiri, "saya sangat
mendukung program Pak Kades Dwi, karena desa Gempol yang diluar terkenal sebagai salah satu desa pintu gerbang kabupaten Pasuruan, 
jadi ketika Pak Dwi mengajak masyarakat, saya sebagai warga sangat mendukung.
Mohon do'a nya semoga pembangunan pendopo ini cepat terselesaikan sehingga
segera bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat yang bermanfaat. "Pungkasnya.(Syafii/Yus).