Pasuruan, Pojok Kiri
Warga Dusun Jurangoelen 2 (Jupe 2), Desa Bulusari kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, terpaksa memperbaiki jalan lingkungan secara swadaya, setelah rusak akibat diterjang banjir dari arah gunung penanggungan, rabo (4/2/2026).
Hujan deras mengguyur lereng Gunung Penanggungan, akibatnya jalan desa perbatasan Mojokerto - Pasuruan tersebut Hancur berantakan. Jalan bergelombang, pasangan paving lepas, sehingga membahayakan pengguna jalan, apalagi kondisi jalan yang terjal.
Warga pun bersepakat untuk patungan bahan bangunan, mulai pasir, semen, batu disumbangkan warga. Pengerjaan dilakukan secara mandiri oleh kurang lebih 15 orang untuk mempercepat waktu pengerjaan.
“Curah hujan yang sangat tinggi kemarin Senin (2/2/2026), mengalir terjang jalan paving sepanjang 2 kilo meter, dampaknya jalan bergelombang karena bantalan paving tergerus air hujan. Meski tidak ada korban, jalanan tersebut tidak bisa di lewati pengenra roda 2 maupun roda 4. "Ujar Abah Tuin Kawil Jupe2 pada awak media Pojok Kiri.
Tak hanya warga desa Bulusari, warga desa perbatasan, desa Kunjorowesi wilayah Mojokerto juga ikut partisipasi Swadaya pembenahan jalan penghubung tersebut, bahkan separuh biaya di tanggung Haji Jun, tokoh masyarakat desa Kunjorowesi.
Jalan Lingkungan akses penghubung desa antar kabupaten yang tidak pernah dapat sentuhan anggaran pemerintah ini, warga di perbatasan ini tidak pernah mengeluh, bahkan 8 tahun yang lalu Pavingisasi sepanjang 2 kilometer lebih ini dilakukan dengan cara swadaya. Anggaran diperkirakan menelan biaya Rp. 60juta.
"Ini dulu kita lakukan murni swadaya, tanpa ada bantuan dari Pemda Pasuruan maupun Pemda Mojokerto. Sekarang rusak, yaa kita lakukan swadaya lagi, "tambah Abah Tuin.
Perbaikan dilakukan setiap hari oleh warga dua desa, sementara para perempuan membantu menyediakan makanan dan minuman.
Ditempat yang sama Kades Bulusari Siti Nurhayati juga membenarkan jika jalan Paving lingkungan perbatasan Mojokerto Pasuruan ini dulunya dilakukan dengan swadaya. Melihat kondisi sekarang, Nurhayati sudah menyampaikan kepemerintah daerah.
"Sudah saya laporkan kondisi jalan ini ke Pemda. Kalau desa diminta memperbaiki, tidak bisa, karena anggarannya sekarang terbatas, mau pakek uang apa. Kalau bisa swadaya yaaa swadaya, "kata Kades Bulusari Siti Nurhayati yang turut membantu Ibu-Ibu di lokasi. (Syafii/Yus).
