PASURUAN, pojok kiri pak lurah erfan dan tim 13 ke RW 09 Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, resmi "memanaskan mesin" persiapan untuk menghadapi penilaian bergengsi Lomba "Berseri" (Bersih, Sehat, Lestari) tingkat Provinsi Jawa Timur. Mengusung target naik kelas ke predikat Madya, warga RW 09 melakukan perombakan besar-besaran yang mencakup aspek administrasi digital hingga transformasi fisik lingkungan.
Kegiatan persiapan ini dipantau langsung oleh Lurah Trajeng, M. Irfan Effendi, dalam agenda koordinasi intensif yang digelar pada Minggu (25/1/2026) pagi. Pertemuan ini bertujuan untuk membedah seluruh indikator penilaian secara presisi, sekaligus mengevaluasi catatan teknis dari kompetisi tahun sebelumnya.
Salah satu terobosan paling mencolok dalam persiapan tahun ini adalah optimalisasi Data Link. Menyadari bahwa tertib administrasi adalah "jantung" dari penilaian provinsi, RW 09 melakukan langkah progresif dengan menggandeng Koordinator Kecamatan (Korcam) Panggungrejo untuk melakukan validasi silang.
Rencananya, sebanyak 40 kader Link yang berasal dari 13 kelurahan se-Kecamatan Panggungrejo akan diterjunkan langsung ke RW 09. Kolaborasi massal ini bertujuan untuk melakukan audit data, berbagi pengalaman terbaik (best practice), serta memastikan akurasi input informasi sebelum tim penilai provinsi tiba di lokasi.
"Kami tidak ingin terjatuh di lubang yang sama. Jika tahun lalu sektor administrasi menjadi catatan, maka tahun ini kami melakukan penguatan melalui validasi silang bersama pakar dari 13 kelurahan. Kami ingin administrasi RW 09 tampil tanpa celah dan menjadi rujukan," tegas Erfan Effendi.
Di sisi lain, transformasi fisik lingkungan juga terus dipacu. RW 09 telah memetakan empat pilar aksi utama untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya higienis, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi:
Penghijauan Masif: Penambahan tanaman peneduh dan tanaman hias di sepanjang lorong pemukiman guna menciptakan mikroklimat yang asri dan rimbun.
Manajemen Sampah Terpadu: Standarisasi tempat sampah terpisah (organik/basah dan anorganik/kering) di setiap titik strategis untuk mewujudkan tata kelola limbah mandiri.
Infrastruktur Estetis: Melanjutkan penutupan gorong-gorong dan perbaikan drainase untuk meningkatkan standar kesehatan lingkungan serta kerapian tata kota.
Aksi Sosial Berkelanjutan: Menggiatkan kerja bakti massal setiap akhir pekan sebagai sarana memperkuat kohesi sosial dan semangat gotong royong warga.
Penilaian resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur diprediksi akan berlangsung satu bulan setelah Hari Raya Idul Fitri. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan secara maksimal untuk proses penyelesaian (finishing) dan simulasi lapangan.
Lurah Trajeng, M. Irfan Effendi, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi warga yang tidak kenal lelah membenahi lingkungannya.
"Semangat warga adalah modal utama kami. Target predikat Madya bukan sekadar mengejar piala atau seremonial, tetapi merupakan pembuktian bahwa budaya hidup bersih dan sehat sudah mendarah daging di RW 09 Trajeng. Kami optimis, dengan dukungan solid dari kader lintas kelurahan, RW 09 siap mengharumkan nama Kota Pasuruan di tingkat Jawa Timur," pungkas Erfan optimis.(Khu/yus)
