Pasuruan, Pojok Kiri
Limbah sering menimbulkan polemik dan konflik bagi warga terdampak karena dampaknya yang merugikan kesehatan, lingkungan, dan sosial, seperti pencemaran tanah, air, dan udara, serta memicu ketidakharmonisan dalam masyarakat akibat perbedaan pandangan dan kepentingan antara warga yang tidak terdampak dang yang terkena dampak langsung dan pembuang limbah atau pihak pengelola.
Munculnya disintegrasi sosial adalah masalah serius. Warga dapat terpecah menjadi kelompok yang mendukung dan kelompok yang menolak pabrik/aktivitas yang menimbulkan limbah, menciptakan ketidakharmonisan.
Bagi kelompok yang mendukung, seperti warga desa Kepulungan, dalam hal ini kepala desa Kepulungan Didik Hartono menyampaikan bahwasannya sejak PT. PT. Harapan Abadi Tekstil Indonesia (HATI) yang ada di . Raya Surabaya - Pandaan KM 41, Damean, Kepulungan, kecamatan Gempol, kabupaten Pasuruan, selama beroperasi, bagi warga desa tidak ada masalah.
"PT. HATI selama ini tidak Maslah bagi warga Kepulungan, keberadaannya malah sangat membantu warga, salah satunya serapan tenaga kerja untuk warga desa Kepulungan banyak. "Tutur Didik, Kades Kepulungan saat di temui awak media Pojok Kiri di ruang kerjanya, (27/8/2025).
Didik juga kecewa kepada orang-orang yang demo di PT. HATI yang mengatasnamakan pemerintah desa tapi ngak nyuwon Sewu ( kordinasi dengan pemdes Kepulungan).
"Boleh lah itu Hak mu, tapi adat Jawa iku Ono Toto kromone, kalau ada apa-apa, pemangku wilayah tetap kena. "Ujar Didik.
Menurut Didik, keberadaan pabrik di wilayah desa itu adalah aset, dengan adanya pabrik pengangguran teratasi, dengan adanya pabrik pertumbuhan ekonomi desa juga ikut naik. Mari kita cari solusi terbaik, bukan saling menyalahkan. (Syafii/Yus).