Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Seorang Anak Meninggal Karena DBD



PASURUAN, pojok kiri.Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pasuruan kian mengkhawatirkan. Sebab, tak hanya semakin banyaknya kasus, tetapi juga sampai merenggut nyawa.

Sepanjang 2024, ada 46 kasus yang terjadi.Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena menuturkan, kasus DBD di Kota Pasuruan saat ini, mencapai 46 kasus. Dari jumlah itu, satu anak meninggal dunia.

"Kasus DBD terus bermunculan. Hingga Mei 2024 ini, sudah ada 46 kasus terjadi. Satu diantaranya, meninggal dunia,” jelasnya.

Kasus yang terjadi, memang tak sebanyak tahun lalu. Yang mencapai 65 kasus. Namun, tidak ada korban yang meninggal.

Karenanya, ia berharap masyarakat mewaspadainya. Untuk mengurangi temuan kasus DBD, Dinkes Kota Pasuruan menerapkan program satu rumah satu juru pengawas jentik (jumantik).



Jumantik bertanggung jawab mengawasasi jentik di setiap rumah. Selain itu, pihaknya memaksimalkan program 3 M plus, yakni menguras, membuang, mengubur dan menabur.

"Ketika ada temuan, harus ditangani segera. Agar tidak sampai terlambat," sampainya.(Yus)