Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Pelatihan Dasar Inovasi Kreatif Pokdarwis Desa Kejapanan dan Sumbersuko Telah di Buka Bupati



Pasuruan, Pojok Kiri
Sektor Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan dan
kesejahteraan masyarakat.
Untuk mewujudkannya, diperlukan peningkatkan Sumber Daya Manusia
demi terciptanya iklim sadar wisata, memanfaatkan peluang dan memberi nilai manfaat dari kegiatan
kepariwisataan yang berkesinambungan. Salah satu kegiatan mewujudkan peningkatan SDM bidang
kepariwisataan, mulai tanggal 5 s.d 7 Februari 2024 di Bunderan Gempol (BG) Café, Legok kecamatan Gempol telah di buka oleh
Pj. Bupati Pasuruan, Senin (05/02/2024).


Hadir pada kesempatan ini, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Pasuruan, Diano Vella Fery, Kepala dinas pariwisata kabupaten pasuruan, Eka beserta jajarannya, Camat Gempol Komari, Narasumber Sugiati Ningsih dari trainer pariwisata Nasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Peserta pelatihan dari desa Kejapanan dan Sumbersuko, kepala desa Kejapanan Rendi Saputra, kepala desa Sumbersuko Haji Saiful Ma'arif, Kepala desa Legok Nur Salam. 

Hal ini tidak lepas dari potensi wisata yang dimiliki Kabupaten pasuruan, sangat luar biasa baik wisata alam, wisata buatan, wisata religi, wisata budaya, wisata kuliner maupun wisata minat khusus.

Dengan potensi wisata yang ada serta kemungkinan perkembangan pasar yang positif. Maka perlu dilaksanakannya Kegiatan Pelatihan pengembangan kompetensi sumber daya manusia dan ekonomi kreatif tingkat dasar pokdarwis di desa Kejapanan dan desa Sumbersuko kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan.


Agar desa kejapanan dan desa sumbersuko dapat menjaring wisatawan, lebih unggul dan mampu bersaing dengan daerah lainnya. 

Salah satunya dengan mengembangkan berbagai destinasi yang dikelola langsung oleh masyarakat melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis) dengan menerapkan prinsip-prinsip kepariwisataan dalam masyarakat seperti sapta pesona. 

Andriyanto SH Mkes (Pj) Bupati Pasuruan dalam sambutannya mengajak para peserta pelatihan, "mari kita bersama-sama membuat sedemikian rupa menjadi populer, kita 
Brandingkan, kita pasarkan sedemikian rupa, kita libatkan anak-anak muda yang hebat dan sebagainya, mari kita berfikir maju, dan berinovasi, "ajaknya.

Karena dengan begitu menurut Andriyanto nanti akan terbuka. Karena tanpa ada upaya maka pola pikir tidak akan berubah. 

Berbicara inovasi, yang penting bagaimana cara berfikir untuk merubah sesuatu, menjadi jauh lebih baik, jauh lebih cerdas, jauh lebih sederhana, jauh lebih cepat dan seterusnya, dan itu menurut Andriyanto letak akar permasalahan untuk bisa mewujudkan inovasi. 

Inovasi harus berbasis riset. Syarat kedua sebuah inovasi itu adalah harus ada manfaat, harus ada kemanfaatan, dan harus ada gunanya, dan harus berdampak.

"Inovasi kalau tidak ada kemanfaatannya, itu bukan inovasi namanya"Ucap Andriyanto.

Ia juga memperjelas bahwasannya yang menjadi penyakit kronisnya inovasi adalah ketidak berkelanjutan, karena seringkali hanya tercipta, hanya baru lahir, tetapi tidak di rawat sedemikian rupa, tidak di kawal sedemikian rupa, "kalau mandeg, alasan ngak ada yang ngurus dan ngak ada yang di gaji, itu bukan inovasi namanya. Ayo munculkan ide-ide luar biasa, munculkan, "Ajaknya.

Andriyanto mengingatkan pada para peserta pelatihan, tentang kelemahan di brending, makanya ia mengajak anak-anak muda untuk menunjukkan bahwa peserta pelatihan adalah generasi yang pintar, "buktikan itu, ayoo munculkan kreatif kreatifitas, tunjukkan, "ucapnya. 

Untuk itu seorang pelaku wisata harus memiliki pengetahuan dan kompetensi pengelola serta kelompok sadar wisata agar menjadi kompeten dan profesional .

PJ Bupati Berharap dengan adanya kegiatan ini seluruh peserta mampu menjadi inovator sumber daya manusia yang berdaya saing dan berdaya guna. 

Serta dengan meningkatnya kemampuan kelompok sadar wisata, diharapkan mampu meningkatkan jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke desa wisata di kabupaten pasuruan khususnya di wilayah kecamatan gempol.

Ia juga ucapkan terima kasih kepada narasumber atas kerjasamanya, semoga dengan adanya kegiatan ini seluruh peserta diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berwawasan luas serta dibekali keterampilan yang memadai agar dapat terus meningkatkan daya saing pariwisata di kabupaten pasuruan. 

'Saya mengucapkan terima kasih kepada para undangan yang hadir sehingga kita berharap acara pada hari ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar. "Ucapnya.

Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, atas ijin dan ridho Allah swt “pelatihan pengembangan kompetensi sumber daya manusia dan ekonomi kreatif tingkat dasar kelompok sadar wisata di kecamatan Gempol” di nyatakan dibuka dan dimulai oleh PJ. Bupati.

Usai membuka, Andriyanto mengutip statement Presiden Jokowi, dalam kitipannya disampaikan bahwasannya, "Suka tidak suka, berbicara masalah peningkatan kesejahteraan, itu adalah yang pertama adalah investasi. Investasi tidak harus uang, investasi tidak harus SDM, investasi itu memberikan kontribusi pemikiran, kontribusi di dalam memberikan ide-ide, itu adalah investasi, "kutibnya.

Ditempat yang sama kades Sumbersuko, H. Saiful Ma'arif yang ikut menghadiri acara berharap pada warganya yang menjadi peserta pelatihan nantiknya bisa mengembangkan potensi yang ada di desa Sumbersuko, apalagi saat ini ada "Cafe Love View" kedepan akan menjadi aikonnya desa. 

"Selain mengembangkan harapan kita, dia dapat inovasi, dapat motivasi, sehingga itu nanti setelah pelatihan dia akan mengembangkan dan menerapkan inovasi yang dia peroleh selama pelatihan, Suapaya bisa mengembangkan sarana yang sudah di bangun oleh desa Sumbersuko, "Harapnya. (Syafi'i/Yus).