Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Audiensi Molor, Kalangan Aktivis Walkout



PASURUAN, pojok kiri
Kesal lantaran tak kunjung ditemui, puluhan aktivis yang tergabung dalam forum aliansi transparansi anggaran, meradang. Mereka memilih walkout dalam agenda hearing yang digelar legislatif.

          Aksi tersebut berlangsung keamrin (17/10). Sesuai agenda, kalangan aktivis tersebut seharusnya mengikuti audiensi dengan eksekutif dan legislatif berkaitan dengan e-budgeting. Kalangan aktivis mendorong pemerintah daerah menerapkan e-budgeting. Untuk meminimalisir anggaran susupan ataupun siluman yang dipaksakan dalam APBD 2023.

            Sesuai jadwal, pelaksanaan hearing itu berlangsung pukul 10.00. Namun, hingga pukul 11.00, belum juga dimulai. Padahal, kalangan legislatif sudah menunggu lama. Hal itu yang akhirnya membuat mereka marah.

            Mereka memilih walkout dari gedung acara. “Satu jam lebih kami menunggu. Tapi, legislatif tidak kunjung hadir, untuk menemui kami,” kata Ayik Suhaya, ketua Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (GM FKPPI) Kabupaten Pasuruan.

            Ayik menilai, etos kerja legislatif dan eksekutif patut dipertanyakan. Karena, mereka tidak menghargai waktu. Buktinya, hearing yang harusnya dilangsungkan tepat waktu, malah molor sejam lebih.


            “Ini menandakan mereka (legislatif, red) meremehkan. Kami diundang, jam 10.00. Tapi, tuan rumahnya malah tak datang-datang menemui kami,” tandasnya.  

            Senada diungkapkan Direktur Pusa@ka, Lujeng Sudarto. Menurutnya, para wakil rakyat tersebut harus belajar untuk mendisplinkan dirinya. Yakni dengan menghargai waktu yang ada. “Kami ada agenda penting berkaitan dengan penganggaran, e-budgeting. Tapi, apa yang dilakukan legislatif, sangat tidak terpuji. Mereka tidak menghargai waktu,” ulasnya.

            Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi menyampaikan permohonan maaf, atas penyambutan yang kurang baik tersebut. Sebenarnya, surat resmi atas audiensi itu, baru diterima kemarin pagi. Dan hal itu belum diumumkan dalam grub.

            “Kami malah memperoleh informasi kalau ada audiensi, dari teman-teman LSM sendiri. Kami sebenarnya stanbay kok. Hanya menunggu pak Sekda. Tapi, waktu mau naik, malah teman-teman aktivis turun,” imbuhnya.


            Sekda Kabupaten Pasuruan, Yudha Tri Widya Sasongko menegaskan, tidak ada niatan untuk tidak hadir mengikuti jalannya audiensi. Tapi memang, ada keterlambatan kehadirannya. Karena, ada giat lain, berkaitan dengan Densus 88. Sehingga, sampai di kantor dewan, ternyata kalangan aktivis sudah banyak yang bubar.

            “Kami mohon maaf kalau terlambat. Tapi yang jelas, tidak ada niat kami untuk tidak hadir. Kalau memang bisa diagendakan ulang, sangat baik untuk dilakukan,” bebernya.(Fii/yus)