Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Om Swastyastu, Salam Budaya



Pasuruan, Pojok Kiri
Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus merayakan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1093, masyarakat Bulusari dan warga dusun Sukci serta Keluarga Cungrang kecamatan Gempol Kabupaten Pasurua, Minggu (18/9/2022) pagi melakukan Kirab Budaya 

Acara tersebut di mulai dari pendopo situs Cungrang, dan di hadiri oleh Drs. Sutadi Spd Kabid kebudayaan  kabupaten Pasuruan  bersama budayawan,  dan Korwil juru pelihara BPCB Jatim.

Menurut Ana Wijiastuti, Perwakilan warga Sukci sekaligus juru pemelihara situs cunggrang dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih,  suport dan masukannya, kedepan Cungrang atas wakil hari jadi kabupaten Pasuruan.

" Terima kasih atas supportnya kepada kami , mohon masukannya, nanti kedepan ini juga Cungrang atas wakil hari jadi kabupaten Pasuruan, semoga lebih dikenal sejarahnya, budayanya. Kita sama-sama bisa mengenalkan sejarah Pasuruan ini lebih baik. Tak lupa untuk masyarakat Sukci, terima kasih atas dukungan dan doanya sehingga kita bisa merawat prasasti Pasuruan yang sekarang sudah berumur 1093 tahun, kami masarakat Sukci dan keluarga Cunggrang sama-sama uri-uri menyelamatkan prasasti ini supaya kita bisa melihat, mempelajari, apa yang terkandung dalam prasasti, sehingga kita Cunggrang bisa jadi tetenger paling tua se-Kabupaten Pasuruan. Semoga tahun depan keluarga Cungrang dan masyarakat Sukci dan kedinasan kabupaten Pasuruan lebih bisa meng uri-uri budaya, bisa memajukan Sukci, Bulusari, umumnya kabupaten Pasuruan. "Ungkapnya.

Sementara itu Kasi Kesra Kecamatan Gempol, mengusulkan dalam isi sambutannya supaya dilakukan kajian lagi terkait penanggalan hari jadi Kabupaten Pasuruan, namun di jawab langsung oleh  Ustadi selaku kepala bidang kebudayaan menjelaskan, " Substansi dalam prasasti ini dikonfersikan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta, melalui kajian yang utuh dan menyeluruh terhadap fakta sejarah Kabupaten Pasuruan, maka diperoleh lima kriteria pokok dalam penetapan hari jadi yang di sampakati oleh masyarakat kabupaten Pasuruan,  yaitu: 1.Adanya periode sejarah tertua,
2. Bukti tertulis dan peninggalan yang tertua,
3.Pemukiman yang tertua, 4.Struktur pemerintahan tertua dan bersifat indonesia-sentris, 5.Menunjukkan kebanggaan pada peradapan lokal. Maka diperoleh  hari kelahiran Kabupaten Pasoeroean berdasarkan PRASASTI CUNGRANG / SUKCI  yang terletak di Dusun Sukci, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol maka Kabupaten Pasoeroean Lahir pada Hari Jum’at Pahing tanggal 18 September 929 M. Maka kita terima saja apa yang sudah ada. " Terangnya.


Lebih lanjut Drs. Sutadi Spd Kabid kebudayaan  kabupaten Pasuruan saat mengikuti prosesi tasyakuran bersama budayawan, Juru Pelihara situs, Wasga Sukci dan Korwil juru pelihara BPCB Jatim yang dilakukan setiap satu tahun sekali pada hari jadi kabupaten Pasuruan. Sebelum dilakukan tasayakuran mereka melakukan kirab prasasti Cungrang.

" Pagi ini kita melakukan tasyakuran yang dilakukan setiap satu tahun sekali tepatkan pada hari jadi kabupaten Pasuruan, terima kasih kepada para budayawan yang telah membantu kami dalam pengembangan dan pelestarian budaya ini. "Lanjutnya.

Masih menurut Sutadi, Perlunya kita   luri-luri, kita lestarikan, kita turun temurun kan, supaye kita bangga terhadap bangsa kita sendiri dan itu yang paling penting. Peradaban nenek moyang kita di cungrang ini sudah ada teknologi, ada sistem pertanian,ada tata pemerintahannya. Berarti saat itu butuh ilmu untuk mengatur itu semua, dan kita harus melestarikan dan menginformasikan terhadap generasi kita, supaya mereka bangga dengan Kabupaten Pasuruan. "Inilah Kabupaten Pasuruan yang mempunyai corak seperti ini, untuk itu kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, setelah ini kami akan mengajak siswa siswi sekolahan keliling kepeninggalan peninggalan cagar budaya se kabupaten Pasuruan secara bergantian selama satu bulan. Tiap hari mulai tanggal 20 bulan ini 100 siswa dari berbagai sekolahan di kabupaten Pasuruan, dengan harapan supaya anak-anak ini mengetahui keberagaman tempat ibada masing - masing agama, kita ini beragam, bahwa saudara saudara kita macam - macam dan kita harus bisa hidup berdampingan. Itu tujuan utamanya, yang selanjutnya kita gilir busnya per kecamatan." Jelasnya.

Kabar gembira juga disampaikan oleh Sutadi pada hari jadi kabupaten Pasuruan yang ke 1093 tahun 2022, Musium yang sebelumnya bernama Muhammad Cheng Hoo, melalui diskusi panjang dengan para sejarawan, budayawan, arkeolog dan dengan  berbagai pertimbangan dan alasan maka disepakati nama musium yang ada di komplek masjid Cheng Hoo diganti namanya menjadi Musium Cungrang. (Fii/Yus).